BPS: Neraca perdagangan Desember 2025 surplus USD 2,51 miliar

BPS mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada Desember 2025 ditopang ekspor nonmigas, memperpanjang tren surplus 68 bulan berturut-turut.

Update: 2026-02-04 06:43 GMT

Logo BPS

Elshinta Peduli

Surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada Desember 2025 mencapai 2,51 miliar dolar AS. Capaian ini memperpanjang tren surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Atas kinerja tersebut, neraca perdagangan barang Indonesia pada Desember 2025 mencatat surplus 2,51 miliar dolar AS,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di Jakarta, Selasa, (3/2/2026).

BPS mencatat surplus Desember 2025 terutama ditopang perdagangan komoditas nonmigas. Nilai surplus nonmigas tercatat sebesar 4,60 miliar dolar AS.

Komoditas utama penyumbang surplus berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Ateng menjelaskan, ketiga komoditas tersebut menjadi penopang utama ekspor Indonesia pada akhir 2025.

“Nah, surplus Desember ini terutama ditopang komoditas nonmigas,” kata Ateng.

Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit. Nilai defisit migas pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,09 miliar dolar AS.

Menurut BPS, defisit tersebut dipicu tingginya impor minyak mentah dan hasil minyak.

“Penyumbang defisit berasal dari minyak mentah dan hasil minyak,” ujar Ateng.

Meski migas tertekan, kuatnya kinerja ekspor nonmigas menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap surplus.

BPS menilai kondisi tersebut mencerminkan ketahanan perdagangan nasional hingga akhir tahun.

Stefi Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News