Bulog catat pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah, tembus 3,1 juta ton
Mentan Andi Arman Sulaiman di persawahan
Perum Bulog mencatat capaian pengadaan beras nasional tertinggi sejak lembaga tersebut berdiri pada 1968. Hingga awal 2026, total pengadaan setara beras mencapai lebih dari 3,1 juta ton, didominasi pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan capaian tersebut didominasi oleh pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) yang mencapai 4.537.490 ton. “Ini merupakan top performa Bulog sepanjang sejarah berdirinya sejak 1968,” ujar Rizal seperti dilaporkan contributor Radio Elshinta, Awaludin Marifatullah
Ia menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kerja kolektif lintas sektor dan dukungan berbagai pihak di lapangan. “Kami bisa mencapai angka ini bukan karena Bulog sendiri, tetapi berkat dukungan TNI, Polri, kementerian terkait, hingga petugas penyuluh pertanian,” kata Rizal.
Selain GKP, Bulog juga mencatat pengadaan Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi sepanjang sejarah sebesar 6.863 ton. “Angka ini juga menjadi rekor baru dalam pengadaan pangan nasional,” ucapnya.
Sementara itu, pengadaan beras secara langsung tercatat mencapai 765.504 ton yang turut memperkuat cadangan pangan Pemerintah. Rizal menegaskan capaian tersebut menjadi modal penting menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Ia berharap kinerja pengadaan tersebut dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Pengadaan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras bagi masyarakat,” tutup Rizal.
Penulis: Steffi Anastasia/Mgg/Ter


