Bulog Kediri pastikan stok beras melimpah aman hingga 23 bulan ke depan

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan ketersediaan stok beras untuk wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk dalam kondisi aman. Stok yang ada saat ini diprediksi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 23 bulan ke depan.

Update: 2026-03-12 10:00 GMT

Sumber foto: Fendi Lesmana/elshinta.com.

Indomie

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan ketersediaan stok beras untuk wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk dalam kondisi aman. Stok yang ada saat ini diprediksi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 23 bulan ke depan.

​Pimpinan Bulog Cabang Kediri Harisun menyampaikan bahwa melimpahnya stok tersebut didukung oleh proses penyerapan gabah petani yang masih terus berlangsung secara masif. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap sekitar 17.000 ton gabah atau setara dengan 23% dari total target penyerapan tahun ini sebesar 73.000 ton.

​"Stok kami sangat cukup dan berlimpah. Saat ini kami masih melakukan penyerapan gabah, jadi secara akumulasi pasti akan terus bertambah. Ketahanan stok ini bisa sampai 23 bulan ke depan," terangnya Kamis 12 Maret 2026

​Untuk mendukung operasional, Bulog Kediri mengoptimalkan empat gudang penyimpanan yang tersebar di tiga wilayah, yakni satu gudang di Kota Kediri, satu di Kabupaten Kediri, dan dua gudang di Kabupaten Nganjuk.

​Dalam proses penyerapan, Bulog menerapkan skema koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Petani diwajibkan melapor melalui PPL paling lambat tiga hari (H-3) sebelum panen agar Bulog dapat menyiapkan armada angkutan, petugas, hingga anggaran penyerapan secara tepat waktu.

​Bulog juga menegaskan komitmennya untuk menyerap seluruh hasil panen petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP).

Elshinta Peduli

​"Kami siap menyerap berapapun yang dipanen petani. Kami juga menyediakan skema jemput bola langsung ke sawah atau petani bisa mengantar langsung ke mitra maklon kami," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Kamis (12/3). 

​Meski demikian, pria asal Banyuwangi ini memberikan catatan terkait kualitas GKP. Petani diedukasi untuk mengirimkan gabah bersih tanpa campuran kotoran. Jika ditemukan kotoran dalam muatan, maka akan dilakukan pembersihan (cleansing) dan berat kotoran tersebut tidak masuk dalam hitungan pembayaran.

Hadapi Tantangan Cuaca

​Terkait tantangan cuaca hujan yang melanda Jawa Timur, Bulog mengakui adanya pengaruh terhadap kadar air gabah. Namun, hal tersebut telah diantisipasi dengan penyediaan sarana prasarana pengeringan (dryer) yang mumpuni.

​"Kami bekerja sama dengan 27 mitra maklon yang semuanya wajib memiliki fasilitas dryer. Jadi, meskipun cuaca kurang mendukung, proses pengeringan tetap berjalan optimal sehingga kualitas beras tetap terjaga," jelasnya.

​Selain melakukan penyerapan, Bulog juga terus menyalurkan beras melalui program Bantuan Pangan (Banpan) serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News