Gapembi Jatim desak pemerintah beri solusi terkait ketersediaan bahan pokok untuk SPPG

Penyedia SPPG yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) berharap pemerintah pusat dapat memberikan standar khusus serta harga khusus terkait pembelian bahan pokok dan sayuran serta buah ditengah ketidakstabilan harga.

Update: 2026-04-09 15:10 GMT

Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.

Indomie

Penyedia SPPG yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) berharap pemerintah pusat dapat memberikan standar khusus serta harga khusus terkait pembelian bahan pokok dan sayuran serta buah ditengah ketidakstabilan harga.

“Sangat sulit akan bahan baik itu sayuran, buah dan kebutuhan lainnya,” kata Ketua Gapembi Jawa Timur, Makrus Soleh seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Kamis (9/4).

Menurut Makrus, jika membeli langsung ke petani jelas akan berkonflik dengan pedagang. Ini tentu tidak mungkin kalau harus konflik dengan pedagang sementara kebutuhan yang harus dipenuhi harus memenuhi kriteria dari BGN. "Termasuk sayuran hingga lauknya harus kualifikasi atau grade A karena sulit mendapatkan bahan maka kita beli semuanya meskipun grade B dan harus dipilah kembali,” jelasnya.

Selain sulitnya mendapatkan bahan untuk diolah, harga juga menjadi persoalan.

“KIta dipatok harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetapi harga di luar susah ditebak,” ungkap pemilik Restoran Ocean Garden ini.

Makrus mencontohkan harga telur di HET yang ditetapkan BGN perkilogram Rp25 ribu, sedangkan harga di pasar sudah Rp26 ribu bahkan bisa Rp28 ribu.

“Hanya saja Gapembi mengapresiasi upaya yang telah dilakukan BGN termasuk menetapkan tata kelola dan aturan yang terus disempurnakan sebagai upaya untuk mencapai tujuan yang diharapkan pemerintah pada program MBG ,” tandasnya. 

Elshinta Peduli

Similar News