Gubernur DIY sebut infak sedekah instrumen penguat empati sosial

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan solusi konkret membantu sesama di tengah tekanan ekonomi.

Update: 2026-04-13 13:40 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan solusi konkret membantu sesama di tengah tekanan ekonomi.

"Di masa sulit ini, instrumen sosial tersebut mampu menjadi jaring pengaman bagi warga yang berada dalam kesulitan ekonomi," kata Sri Sultan pada acara silaturahim Idul Fitri bersama masyarakat Kabupaten Kulon Progo di Kulon Progo, Senin.

Gubernur mengatakan, perayaan Idul Fitri harus dibarengi penguatan empati sosial. Oleh karena itu, masyarakat agar tidak memisahkan makna hari kemenangan dengan realitas ekonomi yang dihadapi warga kurang mampu di DIY.

"Kita diharuskan meninggikan rasa empati bagi mereka yang merayakannya dalam kesempitan rezeki dan kesukaran hidup, dengan sebisa mungkin untuk memberikan sedekah, infak atau santunan," katanya

Selain ekonomi, Sri Sultan juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas melalui persatuan dan mengingatkan bahwa perpecahan hanya akan menjadi kerugian besar bagi bangsa.

Menurut dia, semangat persaudaraan ini dinilai sebagai kunci utama dalam menghadapi dinamika ujian bangsa yang akan selalu dilingkupi berbagai cobaan.

"Berjamaah itu rahmat, berpecah belah itu azab. Mengapa berjamaah itu rahmat, karena dengan berjamaah kita saling mengenal sesama umat, serta dapat menyambung tali silaturahim," katanya.

Elshinta Peduli

Sementara Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan, momentum syawalan tahun ini harus berdampak pada perbaikan tata kelola pemerintahan yang langsung dirasakan masyarakat secara luas.

"Ini menjadi ruang refleksi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan," katanya.

Dia mengatakan, sinergi dengan Pemerintah DIY menjadi syarat mutlak agar kebijakan strategis di kabupaten tetap selaras dengan visi misi keistimewaan Yogyakarta secara keseluruhan.

"Tantangan pembangunan ke depan tentu tidak ringan. Namun dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kami yakin semua tantangan tersebut dapat kita hadapi bersama," kata Agung.

 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News