IHSG cetak level tertinggi seiring ekspektasi BI tahan suku bunga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup mencetak level tertinggi baru atau All Time High (ATH) seiring dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan menahan tingkat suku bunga acuannya.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup mencetak level tertinggi baru atau All Time High (ATH) seiring dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan menahan tingkat suku bunga acuannya.
IHSG ditutup menguat 58,46 atau 0,64 persen ke posisi 9.133,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,69 poin atau 0,41 persen ke posisi 893,12.
“IHSG menguat di tengah meningkatnya ekspektasi suku bunga yang tidak berubah untuk melindungi nilai Rupiah, dimana saat ini Rupiah kembali mengalami pelemahan menjadi sekitar Rp16.935,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Selasa (20/1) dan Rabu (21/1), yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah.
Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025, yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari sebesar 7,74 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Dari kawasan Asia, bursa Asia bergerak variatif di tengah kebingungan pelaku pasar menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menguasai Greenland dan mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang kontra dengan keputusannya tersebut.
Sementara itu, China melaporkan data Gross Domestic Product (GDP) yang menurun menjadi 4,5 persen pada kuartal IV-2025, dari sebelumnya sebesar 4,8 persen. Meskipun demikian, GDP China pada 2025 berhasil mencapai target pertumbuhan yaitu 5 persen (yoy).
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 1,23 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 0,77 persen dan 0,58 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,02 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,76 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ESTI, ZATA, BELL, INOV, dan ASHA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KIOS, TALF, CTBN, ELTY, dan BTEK.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.935.575 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 85,35 miliar lembar saham senilai Rp35,91 triliun. Sebanyak 377 saham naik, 318 saham menurun, dan 110 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 352,60 poin atau 0,65 persen ke 53.583,57, indeks Shanghai menguat 12,09 poin atau 0,29 persen ke 4.114,00, indeks Kuala Lumpur melemah 0,41 poin atau 0,02 persen ke 1.712,33, dan indeks Strait Times melemnah 14,22 poin atau 0,29 persen ke 4.834,88.


