IHSG ditutup melemah seiring “profit taking” jelang libur Imlek
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang libur Tahun Baru Imlek.
IHSG ditutup melemah 53,08 poin atau 0,64 persen ke posisi 8.212,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,73 poin atau 1,16 persen ke posisi 829,67.
“IHSG melemah, selain pasar terbebani tekanan eksternal, namun juga menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek yang berpotensi mendorong tekanan jual yang diwarnai aksi profit taking,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif seiring menantikan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan pekan depan, dan mencermati independensi BI pasca pelantikan Deputi Gubernur Baru pada pekan lalu.
Dari kawasan Asia, bursa kawasan Asia bergerak melemah sejalan dengan penurunan bursa Wall Street Amerika Serikat (AS), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak Artificial Intelligence (AI) pada sektor-sektor tertentu.
Dari mancanegara, pelaku pasar fokus pada rilis data inflasi AS pada hari ini waktu setempat, yang mana data tersebut akan membentuk ekspektasi untuk langkah kebijakan The Fed selanjutnya.
Pelaku pasar memprediksi inflasi AS akan melambat menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 2,7 persen dan inflasi inti melambat menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen.
Sebelumnya, pelaku pasar mempertimbangkan data pekerjaan Januari 2026 yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis awal pekan ini, menyebabkan pasar memperkirakan penurunan suku bunga pertama pada bulan Juli, bukan Juni 2026.
"Selama inflasi tetap terkendali, tampaknya The Fed akan harus terus mendukung pasar tenaga kerja dengan kebijakan yang lebih longgar, terutama karena pertumbuhan pasokan melebihi permintaan, memungkinkan ekonomi untuk berkembang tanpa memicu kembali tekanan harga," ujar Nico.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang menguat sebesar 1,52 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,41 persen dan 1,05 persen.
Sedangkan, tujuh sektor menurun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam minus sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 0,91 persen dan 0,87 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BELL, INDS, BAIK, DAAZ dan PSKT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, LAPD, GRPM, SPRE dan PIPA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.857.381 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 49,40 miliar lembar saham senilai Rp24,41 triliun. Sebanyak 267 saham naik 408 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 697,80 poin atau 1,21 persen ke 56,942,00, indeks Shanghai melemah 51,94 poin atau 1,26 persen ke 4.082,07, indeks Hang Seng melemah 465,41 poin atau 1,72 persen ke 26.567,11, dan indeks Strait Times melemah 78,97 poin atau 1,57 persen ke 4.937,77.


