IHSG ditutup menguat seiring ekspektasi pemangkasan The Fed di 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada tahun 2026.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada tahun 2026.
IHSG ditutup menguat 11,19 atau 0,13 persen ke posisi 8.944,80. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,26 poin atau 0,72 persen ke posisi 871,32.
“Pasar tampaknya memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, Nico menjelaskan optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed dilatarbelakangi oleh melemahnya data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS dari sebelumnya 52,9 menjadi 52,5.
Selain itu, Ia menyebut sentimen positif juga datang dari bank sentral China, yang memberikan sinyal pemotongan suku bunga serta pengurangan persyaratan cadangan tetap menjadi pertimbangan untuk menstabilkan pertumbuhan dan memastikan likuiditas.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 2,23 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 1,62 persen dan 0,92 persen.
Sedangkan, tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 1,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 0,64 persen dan 0,32 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GSMF, COIN, NRCA, PADA dan DOOH.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.576.949 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 70,56 miliar lembar saham senilai Rp36,87 triliun. Sebanyak 344 saham naik, 362 saham menurun, dan 104 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 547,00 poin atau 1,04 persen ke 51.971,10, indeks Hang Seng melemah 251,50 poin atau 0,94 persen ke 26.458,94, indeks Shanghai menguat 2,10 poin atau 0,05 persen ke 4.085,77, dan indeks Strait Times menguat 6,33 poin atau 0,13 persen ke 4.746,31.


