IHSG menguat 4 persen dipicu euforia investor pasca gencatan AS-Iran
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat didorong oleh euforia investor seiring telah dilakukannya gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat didorong oleh euforia investor seiring telah dilakukannya gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG ditutup menguat 308,18 atau 4,42 persen ke posisi 7.279,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 31,96 poin atau 4,55 persen ke posisi 733,62.
"Penguatan IHSG yang melonjak signifikan, tidak lepas dari munculnya sentimen positif global yang bersifat jangka pendek, terutama kabar meredanya tensi geopolitik antara AS dan Iran," ujar Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, Hendra mengatakan, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda rencana serangan selama dua pekan, dan diikuti langkah Iran yang membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, langsung disambut positif oleh pelaku pasar.
Ia menyebut, kondisi tersebut menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, sehingga harga komoditas menjadi lebih stabil dan mendorong minat beli investor kembali masuk ke pasar saham, termasuk Indonesia.
Secara fundamental, Ia menjelaskan bahwa pasar memang sangat sensitif terhadap isu geopolitik, khususnya yang berkaitan dengan jalur distribusi minyak dunia seperti Selat Hormuz.
Ia mengatakan, ketika risiko konflik menurun, investor global cenderung melakukan risk-on, yaitu kembali masuk ke aset berisiko seperti saham di emerging market.
"Inilah yang kemudian mendorong seluruh sektor di IHSG bergerak hijau, dengan saham-saham berbasis komoditas dan energi menjadi motor penguatan,” ujar Hendra.
Namun demikian, Hendra mengingatkan pelaku pasar untuk tetap perlu mewaspadai karakter kebijakan dan komunikasi dari Trump yang cenderung dinamis dan sering berubah dalam waktu singkat.
Ia mengingatkan, pernyataan yang bersifat tiba-tiba dapat kembali memicu volatilitas di pasar global, sehingga reli yang terjadi saat ini masih berpotensi bersifat sementara atau technical rebound, bukan tren naik jangka panjang yang sepenuhnya solid.
Dengan demikian, menurutnya, strategi terbaik bagi investor adalah tetap selektif dan disiplin dalam mengambil posisi, yang mana momentum rebound ini bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, namun tetap perlu disertai manajemen risiko yang ketat.
"Euforia berlebihan justru berisiko membuat investor masuk di harga puncak, terutama di tengah kondisi pasar yang masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang fluktuatif," ujar Hendra.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 8,86 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 5,85 persen dan 5,63 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu FWCT, KUAS, RMKO, ROCK, dan SOTS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni GSMF, ESIP, CBPE, PTSP dan WIDI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.429.228 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,00 miliar lembar saham senilai Rp22,62 triliun. Sebanyak 623 saham naik, 101 saham menurun dan 95 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 2.897,94 poin atau 5,42 persen ke 56.327,50, indeks Shanghai menguat 104,83 poin atau 2,63 persen ke 3.995,00, indeks indeks Hang Seng menguat 776,49 poin atau 3,09 persen ke 25.893,02, dan indeks Strait Times menguat 47,22 poin atau 0,94 persen ke 5.004,73.


