Jelang lebaran, legislator DIY ajak masyarakat bangkitkan ekonomi dan solidaritas sosial
Perlu kesiapan yang cukup matang dalam menyambut arus mudik dan libur Lebaran tahun 2026 dengan selamat dan aman. Komisi A DPRD DIY telah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk bersama-sama mensukseskan arus mudik dan balik lebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Perlu kesiapan yang cukup matang dalam menyambut arus mudik dan libur Lebaran tahun 2026 dengan selamat dan aman. Komisi A DPRD DIY telah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk bersama-sama mensukseskan arus mudik dan balik lebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Pemerintah Daerah (Pemda) DIY penting jalankan koordinasi dan siinergi antara Pemda, TNI, Polri, dan instansi terkait. Kunci utama dalam memastikan situasi wilayah tetap tertib, aman, dan kondusif bagi jutaan pemudik yang akan masuk ke Yogyakarta," kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dalam jumpa pers kesiapan lebaran di Kantor DPRD DIY, Senin (16/03/2026).
Poin pertama yang ditekankan adalah penguatan gotong royong anter instansi untuk menjamin keamanan publik. Selain aspek keamanan, Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan toleransi dan tenggang rasa, terutama dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan maupun Syawal.
"Pemda DIY perlu memberikan kepastian hukum agar tidak ada aksi sweeping sepihak, sehingga hadir harmoni. Terima kasih masyarakat wujudkan toleransi dan tenggang rasa sehingga dapat jalankan berpuasa dengan penuh bahagia," ujarnya.
Langkah kedua, pemda DIY juga pemerintah kabupaten Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman dan Yogyakarta jalankan pengawasan hingga level terkecil, yakni desa dan kelurahan. Mengingat wilayah DIY yang tidak terlalu luas, monitoring kewilayahan harus dilakukan secara intensif.
"Pemda DIY agat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan mampu menggerakkan para lurah untuk membangun solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini penting agar masyarakat tingkat bawah merasa terayomi oleh kehadiran pemerintah daerah sebagai penopang utama, " imbuh politisi PDIP Yogyakarta tersebut.
Ketiga, Lebaran tahun ini harus menjadi momentum memperkokoh ekonomi rakyat. Eko Suwanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY mengingatkan agar pemerintah tidak membebani masyarakat dengan kenaikan pajak di tengah daya beli yang belum pulih sepenuhnya.
"Keempat, semangat gotong royong yang biasa disalurkan melalui rumah ibadah harus dikelola untuk menopang perekonomian lokal. Dengan demikian, perputaran uang selama masa Ramadan dan Syawal dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di desa-desa," jelasnya.
Kelima, mewujudkan lebaran dan Idul Fitri yang aman dan selamat, layanan publik urusan spek kesehatan dan kelaikan infrastruktur menjadi poin yang tak kalah penting.
Sementara Hifni Mohammad Nasikh, anggota Komisi A DPRD DIY mengingatkan pemudik untuk menjaga stamina dan memastikan kendaraan laik jalan. Selain kelancaran lalu lintas menuju destinasi wisata, kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti campak pada balita juga harus ditingkatkan.
"Pemerintah harus sigap menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai di sepanjang jalur mudik dan area publik," kata Wakil Ketua Komisi A Hifni Mohammad Nasikh.
Berkaitan dengan pengelolaan destinasi wisata unggulan. Dengan prediksi 1,7 juta orang akan memadati DIY, terutama kawasan pantai di Bantul dan Gunungkidul, pengawasan keselamatan harus ekstra ketat. Masyarakat diingatkan untuk berhati-hati saat berswafoto di titik rawan.
Sekretaris Komisi A, Syarief Guska, berharap nuansa meriah Lebaran tetap terkendali, khusyuk, dan aman melalui pengawasan program yang dijalankan secara konsisten oleh Pemda. Komisi A DPRD DIY juga menyoroti potensi pelanggaran di lapangan, seperti praktik parkir liar dan permainan harga yang merugikan wisatawan. Koordinasi lintas sektor harus memastikan bahwa setiap pengunjung merasa nyaman dan terlindungi dari pungutan tidak resmi. Edukasi mengenai ketertiban berlalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara motor, tetap menjadi prioritas dalam operasi pengamanan kali ini.
Akhid Nuryati, anggota DPRD DIY dari PDI Perjuangan berterimakasih kepada BPBD DIY juga Satpol PP DIY serta para relawan yang tetap dalam posisi kesiapsiagaan tinggi, baik saat arus mudik maupun balik.
"Insan pers kita minta terus berikan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi bahaya harus dibagikan secara real-time kepada masyarakat. Terima kasih semua pihak, mari manfaatkan momentum Idul Fitri asah kepekaan dan solidaritas, wujudkan benar identitas "Jogja Istimewa" yang tercermin dalam pelayanan publik yang sigap, hangat, dan memastikan keselamatan seluruh warga maupun pemudik," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (17/3).


