Kata Mentan Amran Sulaiman, B50 jadi kunci tekan impor solar 5,3 juta ton

Update: 2026-04-07 09:02 GMT

Raker Komisi IV DPR RI dan Mentan Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (7/4/2026)

Indomie

Pemerintah mempercepat implementasi program biodiesel B50 sebagai langkah strategis untuk menekan impor solar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global. Kebijakan ini juga diharapkan mampu menghemat devisa negara dan memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, arahan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi potensi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap sektor pangan.

Hal itu disampaikan Amran saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Dalam rangka antisipasi kenaikan harga pangan sebagai implikasi dari kenaikan harga BBM akibat krisis energi global yang saat ini sedang terjadi, Bapak Presiden Prabowo telah menginstruksikan untuk optimalisasi penggunaan bahan bakar nabati dari sawit, tebu, ubi kayu, dan jagung,” ujar Amran.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah konkret untuk merealisasikan program tersebut melalui implementasi B50 pada tahun ini.

“Selanjutnya, Kementerian Pertanian telah menyusun rencana implementasi B50 tahun ini. Insya Allah tahun ini Indonesia tidak akan impor solar sebanyak 5,3 juta ton,” tegasnya.

Menurut Amran, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang besar bagi penguatan sektor pertanian nasional melalui pemanfaatan komoditas lokal sebagai bahan baku energi.

“Ke depan, kita akan implementasikan pabrik etanol dan bahan bakunya dari ubi, tebu, dan jagung. Ubi atau singkong,” lanjutnya.

Program pengembangan bioetanol dan biodiesel ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi gejolak harga energi global, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi petani dan industri dalam negeri.

Arie Dwi Prasetyo/Ter

Elshinta Peduli

Similar News