Menhub imbau pemudik tak paksa diri berkendara demi keselamatan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik tidak memaksakan diri berkendara saat perjalanan mudik Lebaran 1447 Hijriah, serta memanfaatkan waktu istirahat guna menjaga keselamatan di jalan selama arus mudik berlangsung.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik tidak memaksakan diri berkendara saat perjalanan mudik Lebaran 1447 Hijriah, serta memanfaatkan waktu istirahat guna menjaga keselamatan di jalan selama arus mudik berlangsung.
Menhub meminta para pemudik untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan memanfaatkan tempat istirahat termasuk masjid, guna menjaga stamina selama perjalanan jarak jauh.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masjid-masjid yang dapat dipergunakan sebagai rest area. Selain bisa beribadah, masyarakat juga dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman," kata Menhub di Jakarta, Senin.
Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah yang diproyeksikan pada 18 Maret, Menhub mengaku telah menyusuri Jalur Pantai Utara (Pantura) via darat pada Sabtu (14/3) hingga Minggu dini hari (15/3).
Ia mengunjungi dan meninjau langsung kondisi arus mudik serta masjid-masjid ramah pemudik yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat istirahat (rest area).
Dudy menilai, masjid-masjid di sepanjang Jalur Pantura berperan penting sebagai tempat beribadah, beristirahat, serta memulihkan kondisi fisik pemudik sebelum melanjutkan perjalanan.
“Kami ingin memastikan fasilitas pendukung perjalanan mudik, termasuk masjid yang kerap menjadi titik singgah, berada dalam kondisi baik dan siap melayani masyarakat,” ujar Menhub.
Adapun masjid yang dikunjungi adalah Masjid Jamie Nurul Muqorobin di Kabupaten Subang dan Masjid Jami An-Nur di Karawang.
Di masjid tersebut, Menhub mengecek fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, tempat istirahat, ketersediaan pedagang, serta fasilitas kesehatan.
Ia menuturkan pemanfaatan masjid sebagai tempat istirahat pemudik merupakan hasil sinergi antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Agama.
"Total sebanyak 6.859 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah disiapkan untuk mendukung hal tersebut," kata Menhub.
Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan penumpang angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 143,9 juta orang.
Data itu berdasarkan survei yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB), Bandan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendapatkan gambaran lebih akurat mengenai potensi mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran.
Berdasarkan asal provinsi, lima wilayah dengan jumlah pemudik terbanyak yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten sebagai daerah asal perjalanan.
Sementara itu tujuan perjalanan terbanyak masyarakat pada periode Lebaran diperkirakan menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Dari sisi kota asal, lima wilayah dengan jumlah pergerakan tertinggi yaitu Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, Jakarta Selatan, serta Jakarta Barat sebagai titik awal perjalanan masyarakat.
Adapun lima kota tujuan utama yang diperkirakan menjadi destinasi pemudik adalah Kebumen, Yogyakarta, Surabaya, Banyumas, dan Bandung selama periode arus mudik Lebaran tahun ini.
Kementerian Perhubungan juga mencatat pergerakan besar dari wilayah Jabodetabek dengan asal utama Bogor, Tangerang, Jakarta Timur, Kota Bekasi, dan Kota Tangerang menuju berbagai daerah tujuan.


