Pantau pabrik di Bekasi, Kemendag jamin ketersediaan minyak goreng jelang Ramadan

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melakukan pemantauan stok dan produksi minyak goreng jelang Ramadan di pabrik minyak goreng Sanco dan Minyak Kita yang berlokasi di Narogong, Kota Bekasi.

Update: 2026-02-05 08:20 GMT

Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melakukan pemantauan stok dan produksi minyak goreng jelang Ramadan di pabrik minyak goreng Sanco dan Minyak Kita yang berlokasi di Narogong, Kota Bekasi.

Kehadiran Menteri Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso guna memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan minyak goreng bagi masyarakat.

Ia mengatakan pemantauan tersebut bertujuan untuk memastikan pasokan minyak goreng, baik kemasan sederhana hingga premium, berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

Ia menegaskan hasil pemantauan menunjukkan stok minyak goreng nasional masih dalam kondisi terkendali.

“Kami memastikan stok minyak goreng jelang Ramadan berada dalam tahap aman, baik untuk minyak goreng kemasan sederhana, Minyak Kita, maupun minyak goreng premium,” kata Budi Santoso, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan saat ini terdapat berbagai jenis minyak goreng di pasaran, mulai dari minyak goreng premium, second brand, hingga Minyak Kita.

Menurutnya, minyak goreng second brand sejatinya memiliki kualitas yang setara dengan minyak premium, namun ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Minyak premium itu jenisnya banyak. Ada yang premium, kemudian ada second brand, dan ada Minyak Kita. Second brand ini sebenarnya minyak premium juga, tetapi harganya lebih terjangkau dan kualitasnya sama,” jelasnya.

Mendag menilai, selama ini masyarakat masih terlalu terpaku pada Minyak Kita sebagai indikator utama ketersediaan minyak goreng nasional.

Elshinta Peduli

"Padahal, produk minyak goreng lain dengan kualitas serupa masih tersedia di pasar dalam jumlah yang cukup," paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Kamis (5/2).

Untuk itu, pemerintah mendorong produsen agar meningkatkan produksi minyak goreng second brand sebagai penyangga Minyak Kita.

“Kami minta produsen mulai memperbanyak produksi second brand dengan harga terjangkau seperti Minyak Kita, namun kualitasnya tetap sama,” tuturnya.

Budi Santoso juga mengungkapkan pihak produsen tengah mengajukan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk beberapa produk minyak goreng second brand guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk tersebut.

Ia menegaskan Minyak Kita sejatinya merupakan instrumen intervensi pasar pemerintah yang diluncurkan saat harga ekspor minyak sawit meningkat dan pasokan dalam negeri menurun.

Namun, seiring waktu, Minyak Kita justru menjadi tolok ukur utama ketersediaan minyak goreng di Indonesia.

“Ketika Minyak Kita berkurang, seolah-olah minyak goreng langka dan mahal, padahal jenis minyak goreng lainnya masih tersedia. Karena itu, kami ingin masyarakat memahami bahwa pilihan minyak goreng itu banyak,” ungkapnya.


Melalui pemantauan ini, Kementerian Perdagangan memastikan pasokan minyak goreng nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News