PBNU luncurkan NHM, perkuat Ekonomi Syariah Global

Update: 2026-01-30 12:36 GMT
Elshinta Peduli

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan inisiatif kerja sama ekonomi dan investasi syariah global melalui program Nahdlatul Ulama Harvest Maslahah (NHM) dalam agenda soft launching yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta, Jumat (30/1/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak resepsi peringatan Harlah NU yang dijadwalkan berlangsung esok hari.

“Baru saja kita melaksanakan satu kegiatan yang merupakan rangkaian dari peringatan harlah Nahdlatul Ulama ke-100 tahun dalam kalender Masehi yang nanti puncak resepsinya insyaallah akan kita laksanakan besok jam 09.00,” ujar Gus Yahya di Jakarta.

Menurutnya, peluncuran NHM menjadi langkah strategis PBNU dalam membangun kerja sama ekonomi syariah berskala internasional melalui kolaborasi dengan mitra global Harvest Advisors.

“Sore ini kita luncurkan Nahdlatul Ulama Harvest Maslahah, ya, yang merupakan inisiatif untuk menyediakan Syariah Global Services,” katanya.

NHM diposisikan sebagai platform investasi syariah global resmi NU yang bertujuan mengonsolidasikan potensi keuangan global berbasis prinsip syariah yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Inisiatif ini juga menandai peran NU tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga aktor institusional dalam penguatan ekonomi dan investasi berkelanjutan.

Elshinta Peduli

Program tersebut merupakan hasil kerja panjang PBNU bersama jaringan mitra internasional guna membuka peluang kerja sama ekonomi syariah lintas negara, sekaligus memperkuat arsitektur ekosistem ekonomi syariah nasional.

Sementara itu, Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menyatakan pihaknya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan organisasi Islam terbesar di dunia untuk membangun ekosistem investasi syariah global.

“Sebagai perusahaan Singapura dengan akar Tionghoa dan akar Asia, kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan organisasi Muslim terbesar di dunia. Tim kami hadir di sini hari ini untuk menjadi bagian dari solusi menyeluruh dalam membangun kerja sama dengan PBNU,” ujar Andrew Tan.

Ia menjelaskan kolaborasi tersebut menggabungkan pengalaman pengelolaan aset keuangan, private equity, hingga teknologi finansial untuk memberikan dampak luas bagi Indonesia serta komunitas Muslim global di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, PBNU juga meluncurkan Syariah Global Services (SGS) sebagai pilar pendukung layanan kepatuhan syariah internasional, mencakup penyediaan tenaga ahli, sertifikasi halal, hingga layanan akademi syariah bagi berbagai negara.

Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah menjelaskan layanan tersebut telah mulai digunakan sejumlah negara.

“Karena itu pada hari ini apabila dunia membutuhkan pelayanan-pelayanan compliance syariah seperti expert, sertifikat halal, mungkin imam, mungkin khatib, dan lain-lain, jika dunia membutuhkan maka bisa mengunjungi websitenya SGS karena di sana kami sudah launch untuk melayani dunia,” jelasnya.

Ia menambahkan, layanan tersebut telah menerima permintaan kerja sama dari sejumlah negara di Asia.

“Yang sudah order ke kita itu ada China, Hongkong, Beijing, ada Taiwan, dan ada Singapura,” tambahnya.

NHM dibangun melalui kemitraan strategis PBNU dan Harvest Advisors dengan sistem tata kelola investasi yang menggabungkan praktik manajemen global dan pengawasan syariah. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong investasi pada sektor-sektor prioritas seperti industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur publik guna mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Melalui peluncuran NHM dan SGS, PBNU menargetkan Indonesia semakin diperhitungkan sebagai pusat layanan ekonomi dan investasi syariah global atau Global Sharia Hub. (Arie Dwi Prasetyo)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News