Pemkab Mentawai jalin kerja sama dengan Perum Bulog bangun gudang pangan

Perum Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menandatangani nota kesepahaman (MoU) hibah daerah di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Update: 2026-03-18 10:50 GMT

Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.

Indomie

Perum Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menandatangani nota kesepahaman (MoU) hibah daerah di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman ini berkaitan dengan rencana pembangunan gudang Bulog di Kepulauan Mentawai, wilayah kepulauan di Provinsi Sumatera Barat.

Gudang tersebut direncanakan sebagai fasilitas penyimpanan stok pangan di wilayah Mentawai guna memperkuat sistem logistik serta mengantisipasi potensi kelangkaan bahan pangan.

Dalam sambutannya, Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama yang dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Bulog siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk melalui pembangunan fasilitas penyimpanan yang dapat menjaga ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat,” ujar Sudarsono.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana Samaloisa, mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Irman Gusman ke Mentawai beberapa waktu lalu saat melakukan reses ke Memtawai.

Dalam kesempatan tersebut, Rinto Wardana menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan gudang pangan di Mentawai tidak terlepas dari keprihatinan yang muncul saat Irman Gusman melakukan kunjungan ke wilayah kepulauan itu dan melihat langsung tantangan distribusi kebutuhan pokok yang dihadapi masyarakat.

Elshinta Peduli

Menurut Rinto, keberadaan gudang pangan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Mentawai. Selama ini, sebagian besar pasokan bahan makanan di daerah kepulauan tersebut masih bergantung pada distribusi dari Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Ketergantungan tersebut kerap menimbulkan persoalan ketika cuaca buruk melanda perairan Mentawai. Gelombang tinggi dan badai sering menghambat jalur pelayaran sehingga distribusi logistik dari Padang menuju Mentawai terpaksa tertunda.

Menurut dia, dengan adanya gudang penyimpanan pangan, pemerintah daerah dapat menyiapkan cadangan bahan pokok untuk jangka waktu tertentu.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi meskipun jalur distribusi dari luar daerah terganggu.

“Pada saat kunjungan ke Mentawai, Pak Irman melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat kami. Ketika badai datang, transportasi laut tidak bisa berjalan dan distribusi kebutuhan pokok bisa terhenti,” kata Rinto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Rabu (18/3). 

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi keprihatinan karena dapat berdampak langsung pada ketersediaan pangan masyarakat di pulau-pulau.

“Hal itu menjadi perhatian Pak Irman. Karena itu beliau kemudian menginisiasi komunikasi dengan Perum Bulog,” ujar Rinto Wardana Samaloisa.

“Selama ini beliau juga menjadi komunikator kami dengan Bulog agar Mentawai bisa memiliki gudang penyimpanan pangan,” lanjutnya.

Rinto juga menyebut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mentawai dan Bulog tidak lepas dari dukungan Senator asal Sumatera Barat, Irman Gusman.

Ia mengatakan gagasan untuk memperkuat ketahanan pangan Mentawai melalui pembangunan gudang penyimpanan muncul setelah diskusi panjang antara dirinya dan Irman saat senator tersebut melakukan kunjungan ke Mentawai beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Mentawai, termasuk tantangan distribusi dan ketersediaan pangan di wilayah kepulauan yang bergantung pada jalur transportasi laut.

“Dalam kunjungan beliau ke Mentawai beberapa waktu lalu, kami berdiskusi cukup mendalam tentang masalah ketersediaan pangan. Dari diskusi itu muncul gagasan untuk membangun gudang pangan,” ujar Rinto.

“Kami berterima kasih atas aspirasi yang langsung dijembatani oleh Bapak Irman Gusman. Dengan arahan beliau, kami di pemerintah daerah bisa melangkah lebih cepat untuk mencari solusi atas persoalan pangan di Mentawai,” kata Rinto.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyiapkan tanah hibah seluas sekitar dua hektare di Pulau Sipora untuk pembangunan gudang Bulog.

“Lahan untuk gudang sudah kami siapkan sekitar dua hektare di Sipora. Harapan kami, tahun ini pembangunan gudang tersebut sudah dapat direalisasikan,” kata Rinto.

Ia menjelaskan, pembangunan gudang pangan di Sipora merupakan tahap awal dari rencana penguatan sistem logistik pangan di Mentawai. Setelah fasilitas tersebut selesai, pemerintah daerah berharap gudang serupa juga dapat dibangun di pulau-pulau besar lainnya di wilayah tersebut.

“Karena Mentawai terdiri dari beberapa pulau, harapan kami gudang tidak hanya di Sipora, tetapi juga dapat hadir di pulau-pulau lain agar distribusi pangan lebih efektif,” ujarnya.

Beberapa wilayah yang menjadi prioritas pembangunan selanjutnya antara lain Pulau Siberut, serta kawasan Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Lebih lanjut, menurut dia, keberadaan gudang Bulog nantinya akan membantu menjaga ketersediaan pasokan pangan di Mentawai, terutama ketika kondisi cuaca buruk atau badai yang menghambat distribusi melalui jalur laut.

Sebagai informasi, selain sedang mempersiapkan terwujudnya pembangunan gudang Bulog, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga tengah menjalankan program pencetakan 1.000 hektare sawah baru guna memperkuat produksi pangan lokal.

“Walaupun Mentawai merupakan wilayah kepulauan yang relatif terisolasi, kami tetap ingin menjadi bagian dari daerah yang aktif menjalankan program strategis pemerintah, terutama di sektor ketahanan pangan,” ujar Rinto Wardana Samaloisa.

Kegiatan penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Senator Firdaus Abd Djalil, dr. Iskandar Roshan, Moh. Najib dan beberapa staf dari Perum Bulog serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News