Pemkot Yogyakarta pantau ketersedian pangan dan gas elpiji, pastikan stok aman jelang lebaran
Permintaan kebutuhan sembako menjelang hari Raya Idul Fitri mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan tersebut diharapkan tidak berdampak signifikan pada kenaikan harga-harga yang bisa membebani masyarakat.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Permintaan kebutuhan sembako menjelang hari Raya Idul Fitri mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan tersebut diharapkan tidak berdampak signifikan pada kenaikan harga-harga yang bisa membebani masyarakat.
Untuk memastikan ketersediaan stok dan harga tetap dalam kondisi normal, Pemerintah kota Yogyakarta dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan ke pasar modern dan agen gas elpiji. Pemantauan kali ini dilaksanakan di Super Indo Dongkelan Jalan Bantul dan PT Therus Karya Sejahtera Jalan Pugeran Suryodiningratan Mantrijeron Yogyakarta.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono mengatakan bahwa pemantauan ini untuk mengetahui kondisi ketersediaan pasokan dan juga dinamika harga yang ada di pasar. Dari pemantauan tersebut tidak ditemukan adanya ketidaknormalan. Harga dalam kondisi normal dan stok masih cukup aman.
"Setelah kita lihat tidak ada lonjakan permintaan, normal-normal saja, harga-harga relatif stabil, terutama sembako tidak ada kenaikan," ujarnya usai melakukan pantauan di Super Indo Dongkelan, Jl. Bantul, Yogyakarta, Jumat (27/2).
Selain sembako, di pasar modern tersebut beberapa produk seperti gula harga masih sesuai bahkan dibawah harga acuan pemerintah (HAP). Kondisi seperti diharapkan bisa terjaga sampai memasuki masa lebaran nanti. Dengan kondisi ketersediaan pasokan yang cukup akan membuat masyarakat juga lebih tenang.
"Stok kita cukup, misal beras dari Bulog itu persediaan cukup. Kalau ada lonjakan permintaan bahan pokok saya kira tidak ada persoalan. Untuk komoditas seperti sayuran kita ada kerjasama dengan kabupaten lain seperti Bantul dan Magelang," imbuhnya.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setda DIY, Eling Priswanto mengatakan pemantauan kali ini dilakukan di pasar modern karena sebelumnya telah dilakukan disejumlah pasar tradisional dibeberapa kabupaten/ kota di DIY. Dari hasil pemantauan sementara untuk stok masih aman dan harga-harga masih dalam batas normal. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau panik yang kemudian melakukan aksi borong ini diharapkan tidak terjadi.
"Lonjakan harga masih dalam range yang kita harapkan, artinya lonjakan harga itu wajar tiap.tahun seperti itu. Secara stok juga aman, bawang, beras, aman terkendali. Kita harapkan sampai lebaran nanti stok tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu panic buying atau aksi borong," katanya.
Pantauan Agen Gas Elpiji
Sementara itu, dalam pemantauan di agen gas elpiji kondisi stok sampai saat ini cukup aman demikian juga dengan harga juga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan sebesar Rp 18 ribu. Untuk stok menjelang hari besar keagamaan Pertamina akan menggunakan kebijakan stok fakultatif. Khusus gas 3 Kg yang sering mengalami gejolak juga dipastikan terdistribusi tepat sasaran masyarakat.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, stok dan harga juga aman," imbuh Eling Priswanto.
Sementara itu, Sekretaris Hiswana Migas DIY, Lustio mengatakan bahwa menjelang lebaran akan diberlakukan kuota fakultatif 100%. Khusus di Kota Yogyakarta rata-rata kuota harian mencapai 22 ribu.
"Kita sudah ada koordinasi dengan Pemda kabupaten/ kota untuk kuota fakultatif. Nanti akan ada penambahan," pungkasnya.


