Pemprov Jateng pastikan stok pangan aman meski cuaca ekstrem

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa persediaan pangan di wilayah tersebut menjelang Ramadhan tetap aman meskipun terjadi cuaca ekstrem.

Update: 2026-01-21 09:40 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa persediaan pangan di wilayah tersebut menjelang Ramadhan tetap aman meskipun terjadi cuaca ekstrem.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, di Semarang, Selasa, mengatakan terus memperkuat pengendalian harga, inflasi, dan ketersediaan pangan sepanjang tahun.

"Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah," katanya.

Hingga saat ini, lanjut dia, kondisi harga berbagai bahan pokok di Jateng masih stabil.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga menjaga ketersediaan pasokan dengan menggandeng Bulog, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.

Menurut dia, Ramadhan memang memiliki karakter berbeda dibanding bulan lainnya karena aktivitas ekonomi masyarakat meningkat selama sebulan penuh.

Karena itu, ia memastikan bahwa koordinasi lintas daerah sudah dilakukan sejak awal.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga yang selama ini berjalan di pasar-pasar tradisional.

"Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, segera kami tindaklanjuti. Kenaikan harga itu mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali," katanya.

Terkait cuaca ekstrem yang memicu gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, dan Grobogan, ia menyatakan dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas.

Elshinta Peduli

Pemerintah telah melakukan pendataan lahan terdampak puso serta menyiapkan langkah perlindungan bagi petani.

"Kami sudah identifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar, karena hanya di beberapa lokasi," katanya.

Produktivitas pangan di Jateng sepanjang tahun 2025 telah memenuhi target dari pemerintah pusat, sekaligus merupakan langkah awal untuk meneguhkan provinsi ini sebagai penumpu pangan nasional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11.377.731 ton gabah kering panen (GKP) atau setara dengan 9.397.904 ton gabah kering giling (GKG).

Produktivitas itu berasal dari luas tanam padi di Jateng sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen 1.673.012 hektare, serta menempatkan Jateng sebagai tiga besar kontributor terbesar nasional.

Sebelumya, Pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati juga memastikan bahwa ketersediaan pangan di wilayah tersebut aman hingga Juni 2026.

Data dari Bulog mencatat stok beras di Jateng mencapai 339.094 ton, dan jumlah itu mencukupi hingga Juni 2026 mendatang.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News