PHE dinilai jadi penopang utama ketahanan energi Indonesia

Masuknya tujuh anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ke dalam daftar 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Update: 2025-12-02 17:24 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Masuknya tujuh anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ke dalam daftar 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pakar ketahanan energi Universitas Indonesia (UI), Ali Ahmudi menilai, capaian tersebut menunjukkan peran signifikan sektor hulu Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Ya jelas (menopang ketahanan energi). Dan ini adalah perkembangan dan tren yang bagus,” kata Ali kepada media, Selasa (2 /12/2025).

Ali menjelaskan, dominasi perusahaan-perusahaan hulu Pertamina menandakan kualitas operasional yang semakin kompetitif, baik dibandingkan perusahaan migas asing maupun swasta nasional. Menurut dia, capaian tersebut dapat menjadi dasar penyusunan peta jalan jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi.

“Dengan kualitas sudah seperti itu, artinya mulai bisa dibuat roadmap ke depan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu pilar ketahanan energi itu kan ketersediaan sumber energinya,” katanya.

Ali menambahkan, PHE selama ini juga berhasil menemukan sejumlah blok migas baru dengan estimasi cadangan yang dinilai cukup besar. Ia menilai, arah kebijakan Pertamina yang memperkuat sektor hulu sudah benar, mengingat inti bisnis perusahaan migas kelas dunia berada pada kegiatan eksplorasi dan produksi.

“Kehormatan dari perusahaan migas itu adalah hulu. Grade A-nya adalah hulu. Jadi melalui produksi minyak mentah maupun gas. Jadi sudah benar jika Pertamina melalui PHE ingin fokus memperkuat sektor hulu. Karena kekuatan utama memang di hulu,” ujarnya.

Elshinta Peduli

Ia mengingatkan agar PHE terus meningkatkan kinerja, baik pada tahap eksplorasi maupun eksploitasi, untuk menahan laju penurunan produksi alami (natural decline). Ali berharap peningkatan kinerja tersebut dapat memperbesar kontribusi Pertamina dalam upaya mencapai swasembada energi.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat capaian positif produksi minyak nasional menjelang akhir 2025. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyampaikan bahwa per 10 November 2025 produksi minyak telah mencapai 606,02 ribu barel per hari (bph).

Dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada 12 November 2025, Djoko memaparkan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berperan besar dalam capaian tersebut. Dari 10 KKKS dengan produksi minyak terbesar, tujuh di antaranya merupakan anak perusahaan PHE.

Adapun tujuh perusahaan tersebut yakni:

1. Exxon Mobil Cepu Ltd (PI Pertamina 45%) – 153.900 bph

2. Pertamina Hulu Rokan – 151.020 bph

3. Pertamina EP – 68.497 bph

4. Pertamina Hulu Energi ONWJ – 25.501 bph

5. Pertamina Hulu Mahakam – 23.639 bph

6. Pertamina Hulu Energi OSES – 17.177 bph

7. Pertamina Hulu Sanga-Sanga – 13.105 bph.

Elshinta Peduli

Similar News