Redam `panic buying`, Polresta Malang Kota gelar pasar murah

Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Malang Kota menggelar Gerakan Penjualan Pangan Murah Polri

Update: 2026-03-13 14:30 GMT

Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.

Indomie

Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Malang Kota menggelar Gerakan Penjualan Pangan Murah Polri usai Zoom Meeting Launching Gerakan Pangan Murah Serentak, Jumat (13/3/2026).

Zoom meting dilaksanakan di Lobby Polresta Malang Kota dipimpin Kabag SDM Polresta Malang Kota AKBP Sophia Soegestie Mustary mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, serta diikuti para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, anggota Satbinmas, serta Kepala Bulog Kota Malang.

“Pasar murah yang menyediakan bahan pangan penting (bapokting) ini digelar di halaman depan Mapolresta Malang Kota yang dibuka untuk masyarakat di wilayah hukum Polresta Malang Kota,” kata Kasatbinmas Polresta Malang Kota Kompol Indo Jacmiko, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Jumat (13/3).

Ditambahkan Jacmiko, sinergi Polri bersama Perum Bulog mendukung ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan pangan serta menekan lonjakan harga menjelang hari raya.

“Gerakan Pangan Murah Polri sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan utama sehari-hari, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idulfitri agar tidak terjadi panic buying,” ujar Jacmiko.

Penjualan Bapokting ini bagian dari upaya Polresta Malang Kota dalam menjaga kondusivitas kamtibmas melalui pendekatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain membantu masyarakat, juga mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di daerah. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat tanpa harus khawatir terhadap kenaikan harga menjelang Lebaran,” tambahnya.

Elshinta Peduli

Dalam kegiatan pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta minyak goreng premium Rp19.000 per liter.

Adapun stok yang disediakan meliputi 1.000 kilogram beras SPHP atau 200 kemasan, 60 liter minyak goreng, serta 200 kilogram gula pasir. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan beras dan minyak goreng terjual habis, sementara gula pasir tersisa sebagian dari total stok yang disediakan.

Sriani (55), warga Kampung Putih Jalan Jaksa Agung Suprapto, mengaku senang dengan adanya pasar murah yang digelar Polresta Malang Kota.

“Ini tadi Saya belanja beras, minyak goreng, dan gula, harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Semoga pasar murahnya sering digelar, sebab harganya lebih murah,” ujarnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah Polri ini, Polresta Malang Kota bersama Bulog menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News