Rupiah melemah seiring sikap hati-hati pasar atas kebijakan moneter AS
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 65 poin atau 0,39 persen menjadi Rp16.842 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 65 poin atau 0,39 persen menjadi Rp16.842 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar atas arah kebijakan moneter AS.
“Tekanan masih datang dari faktor eksternal, seiring menguatnya dolar AS di pasar global di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menanti arah kebijakan moneter Amerika Serikat,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Taufan menerangkan bahwa ekspektasi suku bunga The Fed yang masih relatif tinggi membuat aset berbasis dolar tetap menarik, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Melihat sentimen domestik, sentimen pasar berasal dari rilis pertumbuhan dan stabilitas makro.
Badan Pusat Statistik (BPS) baru melaporkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen (year-on-year/yoy) sepanjang 2025 dengan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp13.580,5 triliun, naik dari Rp12.920,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).
Kendati rupiah mengalami pelemahan, lanjutnya, kehadiran Bank Indonesia (BI) menjaga nilai tukar tak terlalu merosot.
“Kehadiran Bank Indonesia di pasar valas serta fundamental ekonomi domestik yang relatif terjaga berpotensi menahan pelemahan agar tetap terbatas,” ungkap Taufan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.775 per dolar AS.

