Rupiah menguat seiring Trump melunak terkait persoalan Greenland
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.896 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.936 per dolar AS.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.896 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.936 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan kurs rupiah dipengaruhi sikap melunak Presiden AS Donald Trump terkait persoalan Greenland.
“Pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan mengenakan tarif terkait Greenland setelah mencapai ‘kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan’ dengan pihak-pihak terkait. Ia juga mencatat bahwa AS akan terlibat dalam hak mineral Greenland,” kata dia kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Sputnik, Trump menyampaikan bahwa bahwa kerangka kerja untuk potensi perjanjian mendatang terkait Greenland dan wilayah Arktik yang lebih luas telah dikembangkan, pasca pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte.
Jika diselesaikan, perjanjian tersebut dinilai oleh Trump akan memberikan manfaat signifikan, tidak hanya bagi AS tetapi juga bagi semua negara anggota NATO.
Trump juga menepis upaya penggunaan kekuatan militer untuk merebut Greenland, tetapi tetap menginginkan AS mengakuisisi wilayah otonom milik Denmark itu dengan dalih keamanan nasional di tengah meningkatnya pengaruh China dan Rusia.
“Pernyataan ini membantu meredakan ketidakpastian seputar potensi ketegangan geopolitik AS-UE (Uni Eropa),” ujar Josua.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.902 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.963 per dolar AS.

