Sawah terendam banjir, petani di Ogan Komering Ilir terima bantuan
persawahan di Desa Sungai Belida, OKU, Sumatera Selatan
Ratusan hektare lahan persawahan di Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sempat terendam banjir, Januari 2026 lalu karena hujan deras selama dua hari berturut-turut. Ini mengakibatkan petani mengalami kerugian hingga Rp7 juta per hektare dan kini harus memulai masa tanam dari awal.
Luapan air setinggi lebih dari dua meter merendam tanaman padi yang baru berusia sekitar satu minggu. Kondisi tersebut membuat tanaman tidak mampu bertahan dan hanyut terbawa arus.
Salah satu petani, Teguh, mengatakan banjir yang menggenang selama kurang lebih dua minggu membuat mereka tidak bisa berbuat banyak selain menunggu air surut.
“Airnya dua meter lebih. Padinya masih semingguan, baru ditanam. Rugi di benih dan biaya tanam. Satu hektare bisa sampai Rp7 juta lebih. Sekarang harus tanam lagi dari awal,” ujarnya, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa kerugian tersebut mencakup biaya benih serta ongkos tanam yang sudah dikeluarkan sebelum banjir terjadi. Akibatnya, petani terpaksa kembali mengeluarkan modal untuk membeli benih dan melakukan penanaman ulang.
“Ruginya itu di benih sama biaya tanam yang sudah keluar sebelum banjir. Jadi sekarang mau tidak mau kami keluar modal lagi untuk beli benih dan nanam ulang dari awal,” ungkapnya.
Para petani sempat menerima bantuan sebesar Rp100.000 per seperempat hektare lahan sawah. Meski jumlahnya belum mampu menutup total kerugian, mereka tetap menerima bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian.
Rara Delfiana/Mgg/Ter

