Sidak pangkalan, legislator sebut tidak terjadi kelangkaan LPG di Kudus
Anggota Komisi XII DPR RI Jamaluddin Malik bersama Pertamina Region Jawa Bagian Tengah dan Polres Kudus melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan LPG di Kota Kudus guna memantau kondisi penyaluran gas LPG 3 kg saat bulan Ramadan, menyusul adanya informasi terjadi kelangkaan.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Anggota Komisi XII DPR RI Jamaluddin Malik bersama Pertamina Region Jawa Bagian Tengah, Polres Kudus melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan LPG di Kota Kudus guna memantau kondisi penyaluran gas 3 kg saat bulan Ramadan, menyusul adanya informasi terjadi kelangkaan.
Ada dua pangkalan LPG yang di sidak yakni pangkalan milik Umanah di Dukuh Kradenan, Desa Demaan, Kecamatan Kota dan Pangkalan milik Imron di Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (4/3).
Menurut Jamaluddin Malik, pihaknya menerima laporan terjadi kelangkaan gas bersubsidi di masyarakat. Sehingga, ia langsung mengajak pihak terkait untuk melihat kondisi di lapangan agar tidak menimbulkan gejolak, baik itu karena barang yang tidak ada, harga yang melejit atau juga penimbunan.
"Hasil pantauan kali ini tidak ada kelangkaan, tidak ada antrean hanya saja memang ada peningkatan permintaan pada saat bulan puasa utamanya pedagang UMKM yang jual takjil dan sebagainya. Sebab pada saat puasa seperti ini konsumsi penggunaan gas LPG meningkat untuk memasak dari yang biasanya sehari 2 tabung naik jadi 3 tabung", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (4/3).
Jamaluddin tidak menampik kalau masih ada oknum pangkalan yang nakal yang menjual harga tinggi atau mengoplos dari tabung subsidi ke tabung non subsidi, mengurangi timbangan atau juga menimbun. "Karena sidak beramai-ramai kemungkinan bocor atau bagaimana hasilnya tadi baik semua, tapi saya kapan-kapan akan sidak kembali", imbuh legislator Dapil Kudus, Demak dan Jepara ini.
Taufiq Kurniawan Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Jawa Bagian Tengah mengatakan pasokan LPG di Kabupaten Kudus masih aman. Dimana, kelangkaan yang terjadi disebabkan kebutuhan memasak yang meningkat Pertamina sudah mengantisipasi dengan cara menambah pasokan.
"Kami sudah lakukan tambahan pasokan dia kali yakni jelang puasa dan perayaan Imlek ada 35 ribu tabung, demikian juga pada minggu kedua dan ketiga puasa jelang lebaran juga ada penambahan 33 ribu -34 ribu tabung", ujarnya.
Taufiq mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan melakukan aksi borong sebab pasokan gas melon aman. "Jangan terpengaruh informasi dari daerah lain yang langka dan harga melonjak karena beda wilayah beda kondisi dilapangan. Kemungkinan wilayah yang ada kelangkaan karena distribusi susah dijangkau atau terjadi sesuatu hal. Kalau di Kudus infrastruktur jalan sudah bagus dan akses mudah dijangkau jadi distribusi lancar dan harga juga masih wajar", ungkap Taufiq.
Ditambahkan, jika ingin membeli LPG agar bisa mendapatkan harga sesuai aturan, membeli di pangkalan resmi yang ada dilingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Kudus agar berjalan lancar tidak ada kendala termasuk harga dan timbangan sesuai takaran. Ia mengatakan belum menerima aduan dari masyarakat terkait kelangkaan LPG maupun penimbunan, sehingga dipastikan masih aman.
Salah satu warga Desa Burikan, Rismiati yang membeli LPG di pangkalan milik Imron mengaku tidak mengalami kesulitan saat membeli gas 3 kg karena stok selalu ada. "Saya punya dua tabung, jadi tidak terlalu bingung saat kehabisan waktu memasak. Di tempat sini juga selalu ada stok dan harganya Rp18.000 terjangkau dan sangat membantu", katanya.


