Stok beras Bulog dan minyak goreng di Papua cukup untuk tiga bulan ke depan

Perum Bulog Wilayah Papua menyatakan komitmennya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Update: 2026-03-06 11:30 GMT

Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Indomie

Perum Bulog Wilayah Papua menyatakan komitmennya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Komitmen tersebut disampaikan Pimpinan Perum Bulog Wilayah Papua, Ahmad Mustari, dengan kesiapan ketersediaan pangan yang harus di jaga menghadapi Lebaran Idul Fitri 1447 Hijra.

“Kami Perum Bulog Wilayah Papua dalam bulan puasa dan menjelang Lebaran Idul Fitri nanti telah menyiapkan ketersediaan pangan atau komoditi khususnya beras. Untuk stok beras sekarang cukup aman bisa bertahan 3,5 bulan ke depan ,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk stok beras data nasional di wilayah Perum Bulog Papua yang berada pada enam provinsi tersedia tiga bulan ke depan. ”Kita sudah persiapkan jauh-jauh hari. Stok beras di luar gudang proses bongkar ada 10.036 ton secara nasional di wilayah kerja Kanwil Bulog Papua,” tuturnya.

Dikatakan dia, pihaknya sekarang ini juga telah menyiapkan tempat proses bongkar muat, sehingga beras yang tiba tersebut bisa tersimpan di tempat yang baik agar tidak rusak dan bisa memenuhi kebutuhan pasar.

”Kami sudah mempersiapkan dengan matang tempat penyimpanan stok beras yang akan dibongkar muat ini,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Jumat (6/3).

Sementara itu, kata Ahmad, untuk stok minyak goreng saat ini sedang dalam proses bongkar di pelabuhan Jayapura sebanyak 4 kontainer untuk pemenuhan kebutuhan di pasar-pasar agar harga tidak melambung tinggi.

“Stok minyak goreng hari ini proses bongkar di pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan pasar-pasar guna menjaga stabilisasi harga. Dengan tersedianya minyak goreng, maka harga minyak di pasar tidak melambung tinggi,” ujar Ahmad.

Elshinta Peduli

Masalah harga minyak dan beras Bulog di pasar, ujar Ahmad, harus menjadi perhatian. Harga minyak goreng harus benar-benar kami di pantau pasar, karena harga minyak goreng kadang mengalami kenaikan kalau tidak di pantau.

Untuk pemantauan minyak goreng, ujar Ahmad, pihaknya bekerja sama dengan Satgas Pangan, dinas terkait yang ada di enam provinsi Papua. “Kita melibatkan semua untuk memantau pergerakan harga pangan dan minyak goreng. Dan untuk pendistribusian minyak goreng di Papua sudah ada tempat atau pasar yang ditunjuk atas rekomendasi Kementerian Perdagangan,” tambahnya.

Ahmad menambahkan, untuk beras Bulog distribusikan melalui pangan murah, dan distribusi beras SPHP ke pasar-pasar. “Kalau harga beras Bulog di pasar kami jamin tidak ada kenaikan harga sampai sekarang, dan apabila ada kenaikan harga diharapkan masyarakat melaporkannya kepada Satgas Pangan maupun pihak Bulog," tegasnya. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News