Stok melimpah, jelang lebaran Bulog Kediri distribusikan pemerataan beras ke luar Pulau Jawa, Papua dan NTT
Kepala Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa secara akumulatif, stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah Kediri (Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Nganjuk) mencapai 78.000 ton. Kondisi surplus ini bahkan membuat Bulog Kediri harus melakukan pemerataan stok ke wilayah luar Jawa.
Sumber foto: Fendi Lesmana/elshinta.com.
Kepala Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa secara akumulatif, stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah Kediri (Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Nganjuk) mencapai 78.000 ton. Kondisi surplus ini bahkan membuat Bulog Kediri harus melakukan pemerataan stok ke wilayah luar Jawa.
"Kita kemarin mengirim 1.000 ton ke Papua dan juga ke NTT. Kalau tidak dikirim, kita bisa over stock karena penyerapan gabah dari petani saat ini sedang tinggi-tingginya," jelas Harisun Selasa 17 Maret 2026 ditemui saat menerima kunjungan Wali Kota Kediri sidak ke Gudang Bulog.
Lelaki asal Banyuwangi ini menambahkan bahwa penyerapan gabah mencapai 1.500 ton per dua hari seiring masuknya masa panen raya.
"Dan alhamdulillah beliau Wali Kota Kediri menyaksikan sendiri stok yang kami kuasai secara total itu kurang lebih ada 78.000 ribu ton sekian. Dan ini bertahan insyaallah 25 bulan ke depan dan seiring berjalannya penyerapan gabah, pastinya terus bertambah. Dan insyaallah akan sangat aman untuk 25 bulan ke depan," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Rabu (18/3).
Sementara itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam kunjunganya di gudang Bulog hari ini mengatakan bahwa keberhasilan Pemkot Kediri dalam menstabilkan harga tidak lepas dari program Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di seluruh kelurahan.
Program ini dinilai efektif meredam gejolak harga di pasar tradisional, terutama untuk komoditas beras, minyak, hingga sayur-mayur seperti cabai yang mulai berangsur stabil.

