Target ESDM swasembada solar dan stop impor di 2026, ini kata praktisi migas
SPBU Pertamina
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada 2026 sehingga impor dapat dihentikan. Target tersebut didukung pengoperasian kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, serta rencana peningkatan kualitas solar hingga standar Euro 5 guna memperkuat ketahanan energi dan menekan emisi.
Praktisi minyak dan gas bumi (migas) Ir. Hadi Ismoyo menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis bagi ketahanan energi nasional apabila ditopang kesiapan infrastruktur kilang. Ia menekankan swasembada solar akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar global.
Dalam wawancara Radio Elshinta Edisi Pagi, Jumat (2/1/2026), Hadi menjelaskan keberhasilan swasembada solar akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar global yang selama ini rentan terhadap fluktuasi harga dan geopolitik.
“Jika impor solar dihentikan, maka defisit neraca perdagangan energi bisa ditekan dan stabilitas pasokan dalam negeri lebih terjaga,” ujarnya kepada News Anchor Telni Rusmitantri.
Ia menilai pengoperasian kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi kunci utama pencapaian target tersebut karena akan meningkatkan kapasitas produksi solar nasional secara signifikan.
“RDMP Balikpapan bukan hanya menambah volume produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan daya saing kilang nasional,” tambah Hadi.
Selain fokus pada kuantitas, rencana Pemerintah meningkatkan kualitas solar hingga setara standar Euro 5 dinilai sebagai kebijakan yang tepat dan berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, “Solar dengan standar Euro 5 akan menurunkan emisi gas buang, memperbaiki kualitas udara, dan mendukung target transisi energi yang lebih bersih.”
Hadi menambahkan peningkatan kualitas BBM juga berdampak positif pada sektor otomotif dan industri karena mesin menjadi lebih awet dan efisien.
“Kualitas BBM yang lebih baik akan mengurangi biaya perawatan kendaraan dan meningkatkan produktivitas sektor transportasi dan logistik,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah perlu memastikan kesiapan distribusi, standar teknis, serta koordinasi antar pemangku kepentingan agar swasembada solar tidak hanya tercapai secara angka, tetapi juga berkelanjutan.
“Swasembada solar harus dibarengi tata kelola yang kuat agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Hadi.
Penulis: Steffi Anastasia/Mgg/Ter


