Wujudkan mobilitas berkelanjutan, kereta api di Sumut jadi solusi transportasi hemat energi dan rendah emisi .
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan
Sumber foto: Misriadi/elshinta.com.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan. Sepanjang triwulan I tahun 2026, KAI Divre I Sumut mencatat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang efisien dalam melayani mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre I Sumut telah menyerap sebanyak 1.333.637 liter BBM subsidi. Dari jumlah konsumsi tersebut, KAI berhasil melayani sebanyak 763.694 pelanggan.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa efisiensi penggunaan BBM pada kereta api memberikan dampak langsung bagi keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.
"Efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau merupakan hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan dapat diandalkan. Dengan daya angkut yang besar, kereta api menjadi transportasi yang efisien sehingga subsidi dari pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ujar Anwar di Medan, Selasa(14/04).
Dari data penggunaan BBM dan jumlah pelanggan yang dilayani, rata-rata setiap pelanggan hanya menghabiskan sekitar dua liter BBM untuk satu kali perjalanan. Dengan jumlah tersebut, pelanggan sudah dapat menempuh perjalanan jarak jauh seperti dari Medan menuju Pematangsiantar, Tanjungbalai, hingga Rantauprapat (PP), termasuk layanan KA Datuk Belambangan relasi Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Lalang (PP).
Penggunaan BBM ini mencakup operasional lokomotif sebagai penggerak rangkaian serta mesin pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik untuk penerangan, penyejuk udara (AC), dan fasilitas pengisian daya bagi pelanggan selama perjalanan.
Sebagai bentuk inovasi energi, Anwar mengungkapkan bahwa seluruh mesin diesel, baik lokomotif maupun pembangkit yang beroperasi di Divre I Sumut, kini telah menggunakan BBM jenis Biosolar B40.
"Seluruh mesin diesel di Divre I Sumatera Utara telah menggunakan Biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Bahan bakar ini memiliki kelebihan dalam meningkatkan kinerja mesin dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi, Selasa (14/4).
Anwar menambahkan bahwa Biosolar B40 juga bersifat biodegradable atau mudah terurai oleh mikroorganisme sehingga meminimalkan dampak polusi pada tanah dan air di lingkungan sekitar jalur kereta api.
Selain mengelola BBM subsidi, KAI Divre I Sumut juga mencatat penggunaan 151.188 liter BBM nonsubsidi dalam tiga bulan terakhir. Alokasi BBM nonsubsidi ini digunakan secara spesifik untuk layanan angkutan barang serta operasional alat kerja dan Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) guna memastikan standar keselamatan jalur tetap terjaga tanpa membebani kuota subsidi masyarakat.
"Penerapan Biosolar B40 pada armada kereta api kami merupakan komitmen KAI terhadap transformasi transportasi hijau yang berbasis pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). KAI berupaya memastikan bahwa setiap tetes BBM subsidi yang dialokasikan negara digunakan secara tepat sasaran dan berdaya guna tinggi. KAI berkomitmen untuk terus menjadi tulang punggung transportasi di Sumatera Utara yang tidak hanya efisien dan terjangkau, tetapi juga ramah lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.


