Hendak tawuran, Polsek Kudus Kota amankan puluhan remaja
Aparat kepolisian membubarkan rencana aksi tawuran yang melibatkan puluhan remaja di belakang kawasan Pabrik Gula (PG) Rendeng, Desa Rendeng, Kecamatan Kota kabupaten Kudus.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Aparat kepolisian membubarkan rencana aksi tawuran yang melibatkan puluhan remaja di belakang kawasan Pabrik Gula (PG) Rendeng, Desa Rendeng, Kecamatan Kota kabupaten Kudus. Terdapat 12 sepeda motor, petasan dan satu bilah celurit yang ditinggalkan di lokasi.
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Minggu dini hari (1/3) sekitar pukul 00.43 WIB. Petugas dari Polres Kudus dan Polsek Kudus Kota bergerak setelah menerima laporan adanya kerumunan mencurigakan di area Timbangan (luar) PG Rendeng.
“Awalnya petugas yang berjaga di pos belakang PG Rendeng melihat kurang lebih 50 orang berkumpul sambil membawa senjata tajam jenis parang dan celurit serta menyalakan petasan," katanya.
"Mereka sempat memukul-mukulkan senjata tajam ke benda keras sehingga menimbulkan suara gaduh," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (2/3).
Petugas jaga PG Rendeng kemudian membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan. Mengetahui hal tersebut, kelompok tersebut langsung melarikan diri ke arah barat.
Mendapati laporan, pleton siaga bhayangkara polres kudus yang tengah standby di sekitar SPBU Rendeng dan Jalan Ahmad Yani Kota Kudus yang melakukan patroli antisipasi balap liar langsung bergerak ke lokasi.
Tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Kudus Kota selanjutnya melakukan pengecekan lokasi. Di tempat kejadian, polisi menemukan 12 unit sepeda motor yang ditinggal kabur pemiliknya, 1 buah celurit panjang sekitar 60 sentimeter, dua kembang api berdiameter 0,8 inci, serta 15 pasang sandal.
“Seluruh barang bukti sudah kami amankan ke Mapolsek Kudus Kota sekitar pukul 02.10 WIB untuk kepentingan penyelidikan,” ujar kapolsek.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman guna mengidentifikasi pemilik kendaraan serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rencana tawuran tersebut. Ia menegaskan akan menindak tegas segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hari. Jangan sampai terlibat kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika ada informasi potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan ke kepolisian,” pesannya.


