Polda Sulut siagakan 1.216 personel gabungan amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono memimpin langsung Apel Pengecekan Kesiapan Pelayanan Pengamanan Paskah Nasional yang digelar di Mapolda Sulut, Selasa (7/4/2026) sore.
Sumber foto: Franky Pangkey/elshinta.com.
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono memimpin langsung Apel Pengecekan Kesiapan Pelayanan Pengamanan Paskah Nasional yang digelar di Mapolda Sulut, Selasa (7/4/2026) sore.
Apel yang dihadiri oleh para PJU Polda, gabungan personel Polda Sulut, Polresta Manado, TNI, Dinas Perhubungan, serta Organisasi Kemasyarakatan ini, dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana demi menjamin keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Membacakan amanat Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Wakapolda menyampaikan bahwa Kota Manado mendapatkan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab sebagai penyelenggara Paskah Nasional tahun ini.
Menurutnya, kegiatan akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 45.000 umat Kristiani dari dalam maupun luar provinsi, serta sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan agama tingkat nasional.
"Saya minta siapkan personel, sarana, dan prasarana guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kondusifitas selama kegiatan berlangsung," tegas Wakapolda.
Dalam arahannya, Wakapolda menekankan beberapa poin terkait pengamanan, yaitu menempatkan personel secara tepat di titik rawan macet, kecelakaan, dan kriminalitas melalui koordinasi efektif dengan stakeholder, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi kriminalitas yang memanfaatkan momentum Paskah Nasional.
Selain itu, ia juga menegaskan agar memaksimalkan penggunaan seluruh peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki untuk mendukung keberhasilan tugas, serta melakukan langkah-langkah inovatif yang sesuai hukum guna mewujudkan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang aman bagi masyarakat.
Dalam pengamanan Paskah Nasional ini, sebanyak 1.216 personel gabungan lintas instansi akan diterjunkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
Pengamanan mencakup area kedatangan seperti Bandara Sam Ratulangi, akomodasi hotel, jalur lalu lintas, hingga lokasi utama kegiatan di kawasan Megamas dan sekitarnya.
Personel yang dilibatkan terdiri dari 959 personel Polri, yang didukung oleh 105 personel TNI, 100 orang dari organisasi kemasyarakatan (ormas), serta 50 personel Dinas Perhubungan.
Pola pengamanan akan dibagi menjadi beberapa Satgas, termasuk pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, serta tim mobile dan siap gerak yang terdiri dari Brimob dan Dalmas.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, seperti Jalan Piere Tendean, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Sam Ratulangi, guna memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Mari kita tunjukkan bahwa Sulawesi Utara adalah tuan rumah yang ramah dan aman bagi seluruh tamu Paskah Nasional," pesan Wakapolda.
Kapolda Sulut melalui Wakapolda juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Manado atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kemacetan atau pengalihan jalan.
"Kita harapkan dengan pola pengamanan dan pengaturan ini, perayaan Paskah Nasional dapat berlangsung secara aman, lancar, dan khidmat," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Franky Pangkey, Selasa (7/4).


