Dalam RDPU Komisi III, Amsal Sitepu sampaikan dugaan intimidasi oknum Jaksa
Videografer Amsal Sitepu dihadirkan kesaksiannya di RDPU Komisi III DPR RI, di Jakarta, Senin (30/3/2026)
Amsal Christi Sitepu, seorang videografer yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyampaikan pernyataan yang menyita perhatian saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI.
Amsal Sitepu diketahui terseret dalam kasus dugaan mark up anggaran proyek video profil desa pada periode 2020 hingga 2022. Namun, sejumlah pihak menilai perkara tersebut mengandung kejanggalan dan memunculkan pertanyaan terkait aspek keadilan dalam proses hukumnya.
Dalam forum tersebut, Amsal secara terbuka mengaku mengalami intimidasi selama menjalani proses hukum. Ia menyebut tekanan tersebut dilakukan oleh oknum jaksa dan terjadi secara langsung saat dirinya berada di rumah tahanan.
“Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini saya pernah mendapatkan intimidasi oleh jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat, dengan pesan, dia ngomong langsung kepada saya di rutan ini, udah ikutin aja alurnya. Nggak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu,” ujar Amsal yang hadir dalam rapat virtual RDPU bersama Komisi III DPR RI, di Jakarta, Senin (30/1/2026).
Amsal menegaskan dirinya menolak tekanan tersebut dan memilih untuk tetap memperjuangkan keadilan, meskipun menghadapi berbagai risiko.
“Saya bilang tidak pimpinan. Cukup, tidak ada lagi anak muda yang dikriminalisasi di indonesia. Biarkan, nggak ada lagi amsal-amsal lain dikriminalisasi. Biar saya menjadi satu2nya pekerja ekonomi kreatif yang dikriminalisasi dan diintimidasi. Biarkan saya yang terakhir pimpinan,” kata Amsal
Ia juga menyampaikan bahwa sikapnya merupakan representasi suara anak muda, khususnya pekerja ekonomi kreatif, yang ingin tetap bersuara meski berada dalam tekanan.
“Ini adalah suara dari kami semua anak-anak muda yang berani tetap bersuara meski mendapatkan tekanan. Saya bilang tidak, saya akan tetap melawan. Walaupun saya tahu, banyak orang bilang kau akan dibenam, kalau kau melawan kau akan dibenam,” ujar Amsal
Meski demikian, Amsal menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi proses hukum yang berjalan, karena merasa tidak melakukan kesalahan. “Tapi saya bilang saya nggak takut, saya nggak salah” ujarnya.
Arie Dwi Prasetyo/Ter


