Kemenhut: Jumlah titik panas pada 2025 turun drastis dibandingkan 2019
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan jumlah titik panas sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan 90,8 persen menjadi 2.705 titik pada 2025 dibandingkan puncaknya pada tahun 2019 yaitu 29.341 titik.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan jumlah titik panas sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan 90,8 persen menjadi 2.705 titik pada 2025 dibandingkan puncaknya pada tahun 2019 yaitu 29.341 titik.
Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho di Jakarta, Selasa, menyampaikan pada data dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) memperlihatkan bahwa jumlah titik panas menurun pada 2025 menjadi 2.705 dibandingkan 3.834 titik pada 2024 dan puncaknya 29.341 titik pada 2019.
"Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peranan seluruh pihak termasuk masyarakat, komitmen yang kuat melalui perbaikan tata kelola, restorasi gambut, penguatan satuan tugas, dan peningkatan kapasitas Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta para pihak lainnya," kata Dwi Januanto Nugroho.
Dia menjelaskan jika dibandingkan tahun 2019 maka telah terjadi penurunan 90,8 persen titik panas pada 2025.
Angka yang tercatat pada 2025 juga memperlihatkan penurunan jika dibandingkan tahun 2023 dengan jumlah 10.675 titik. Meski angka itu lebih tinggi dibandingkan 2.568 titik panas pada 2020, 1.451 titik pada 2021, dan 1.297 titik panas pada 2022.
Menurut data indikasi luas karhutla di sistem pemantauan karhutla SiPongi Kemenhut, jumlah indikasi luasan kebakaran hutan pada 2025 mencapai 359.619,42 hektare (ha). Jumlah itu berada di bawah luasan kebakaran pada tahun 2024 yaitu 376.805,05 ha, pada 2023 seluas 1.161.192,90 ha, serta 1.649.258 ha pada 2019.
Data SiPongi Kemenhut juga memperlihatkan pada tahun 2022 terjadi karhutla di lahan seluas 204.894 ha, pada 2021 seluas 358.867 ha, dan pada 2020 dengan luas 296.942 ha.

