Peringati Hari Sampah, Wali Kota Salatiga tekankan lingkungan asri

Mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait target Indonesia Bersih Sampah 2029, Pemerintah Kota Salatiga mengikuti aksi kerja bakti massal (korve) serentak se-Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Update: 2026-02-25 10:30 GMT

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Indomie

Mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait target Indonesia Bersih Sampah 2029, Pemerintah Kota Salatiga mengikuti aksi kerja bakti massal (korve) serentak se-Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Salatiga itu melibatkan sedikitnya 430 personel gabungan dari unsur masyarakat dan instansi pemerintah, Selasa (24/2/2026).

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan memimpin langsung apel kesiapan yang dihadiri Wakil Wali Kota Nina Agustin, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, hingga Ketua TP PKK Kota Salatiga.

Dalam arahannya, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan, bahwa aksi ini merupakan implementasi nyata gerakan Indonesia Asri yang mencakup Aman, Sehat, Resik, dan Indah sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Robby Hernawan juga menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial atau insidental, melainkan komitmen berkelanjutan untuk membangun budaya peduli sampah di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran setiap elemen, mulai dari keluarga hingga instansi pelayanan publik, dalam bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

"Terkait regulasi, bahwa Perda Retribusi Sampah bukan untuk membebani masyarakat, melainkan sebagai stimulus agar warga semakin mandiri dalam memilah dan mengelola sampah sehingga beban biaya dapat ditekan seminimal mungkin," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Rabu (25/2). 

"Strategi pengelolaan sampah di Kota Salatiga diarahkan pada pemisahan ketat antara limbah organik dan anorganik. Sampah organik diharapkan selesai di sumbernya melalui pembuatan lubang biopori, jugangan, atau komposter sehingga tidak perlu diangkut ke TPA," ujar Robby Hernawan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News