Sebanyak 533 titik panas terpantau di Kalbar

BMKG Supadio Pontianak mencatat 533 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir, seiring dengan peningkatan suhu udara dan penurunan potensi curah hujan.

Update: 2026-03-26 15:10 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

BMKG Supadio Pontianak mencatat 533 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir, seiring dengan peningkatan suhu udara dan penurunan potensi curah hujan.

"Potensi kemudahan terjadinya karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di sebagian wilayah Kalimantan Barat berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," kata Forecaster BMKG Supadio Pontianak Debi di Sungai Raya, Kamis.

Dia mengatakan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko karhutla, terutama pada periode 26 hingga 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan peningkatan suhu udara yang terjadi saat ini perlu diwaspadai masyarakat karena berkontribusi terhadap kekeringan lahan, sehingga memperbesar potensi munculnya titik api.

Selain itu, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kalbar pada pagi hingga sore hari didominasi cerah berawan, sedangkan malam hingga dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang.

Kondisi angin, katanya, secara umum bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 10 hingga 30 kilometer per jam.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 60 hingga 98 persen.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran.

"Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan dari perubahan kondisi cuaca tersebut," katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News