Bakom RI: BAZNAS punya peta menghadapi tantangan komunikasi dunia

Update: 2026-03-23 06:20 GMT

Foto: Istimewa

Indomie

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria menilai, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.

“Sekarang disinformasi dan misinformasi sudah masuk dalam ancaman utama di seluruh dunia berdasarkan Laporan Risiko Global 2025. Berita bohong sudah keliling dunia sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu. Karena itu, upaya BAZNAS menjawab tantangan ini lewat pertemuan rutin dengan wartawan, menerima kritik dan menampilkan saudara-saudara kita para penerima manfaat patut diapresiasi. Ini tidak mudah, tapi BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” ujar Hariqo.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026), seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan BAZNAS dengan praktisi dan pimpinan media massa. Agenda ini menjadi wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pimpinan di lingkungan BAZNAS dengan awak media, sekaligus mendorong motivasi serta produktivitas kerja.

Hariqo juga mengapresiasi langkah BAZNAS yang memperkuat literasi zakat dan meluruskan berbagai disinformasi dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui berbagai lomba. Ini penting untuk menjaga kepercayaan.

Ia menambahkan, penguatan komunikasi juga penting untuk meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar di masyarakat, termasuk isu penggunaan dana zakat yang kerap disalahpahami.

Elshinta Peduli

Selain itu, ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat perlu terus dijaga melalui transparansi serta publikasi yang kuat. Menurutnya, masyarakat akan lebih terdorong untuk berzakat ketika mereka mengetahui secara langsung manfaat yang diterima oleh para mustahik.

“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” katanya.

Hariqo juga menekankan tiga P indikator utama dalam komunikasi publik, yakni pelaksanaan program yang berjalan baik, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta publikasi luas dan dokumentasi.

Ketiga aspek tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., H. Idy Muzayyad, S.HI., M.S., H. Ending Syarifuddin, S.Ag., M.E., dan Hj. Neyla Saida Anwar, S.S., S.E., S.H., M.Hum.

Turut hadir pula Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, serta Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News