Cegah tumbang, Sudin Tamhut Jaktim siapkan penanganan pohon pada 2026
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur (Jaktim) menyiapkan langkah strategis penanganan pohon pada 2026 sebagai upaya pencegahan pohon tumbang di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Jakarta Timur mengevakuasi pohon tumbang dan sempal yang menimpa atap bus di Jalan Bokir Bin Djiun, Kelurahan Duku, Kecamatan Kramat Jati, Selasa (23/12/2025). (ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur).
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur (Jaktim) menyiapkan langkah strategis penanganan pohon pada 2026 sebagai upaya pencegahan pohon tumbang di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.
"Langkah pemangkasan ini tentunya dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem," kata Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur Dwi Ponangsera di Jakarta, Jumat.
Program tersebut, kata dia, menjadi kelanjutan dari penanganan puluhan ribu pohon yang telah dilakukan sepanjang 2025.
Dia menyebutkan upaya pencegahan pohon tumbang terus diperkuat melalui pemangkasan, penebangan pohon berisiko, serta pemantauan rutin di seluruh wilayah kecamatan.
"Penanganan pohon akan tetap menjadi prioritas pada 2026, terutama di titik-titik rawan pohon tumbang dan lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi," ucap Dwi.
Salah satu strategi penanganan pohon pada 2026, yakni mengandalkan laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI, yang dikombinasikan dengan patroli rutin Tim Satuan Tugas (Satgas) Hijau.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan sepanjang 2025, Sudin Tamhut Jaktim melakukan penanganan terhadap 20.718 pohon di 10 wilayah kecamatan.
"Semuanya merupakan hasil pemantauan rutin Tim Satgas Hijau yang setiap hari berkeliling melakukan monitoring wilayah," tutur Dwi.
Penanganan pohon itu, sambung dia, juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.
Selain itu, pemangkasan juga bertujuan memberikan pencahayaan optimal lampu penerangan jalan umum (PJU) pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jaktim Made Widhi Adnyana Surya Pratita menambahkan dalam penanganan pohon tersebut, dikerahkan sebanyak 99 personel Pasukan Hijau yang tersebar di 10 wilayah kecamatan.
Dia merinci dari jumlah tersebut, sebanyak 825 pohon dilakukan penanganan ringan, 17.348 pohon dilakukan penanganan sedang, dan 2.545 pohon dilakukan penanganan berat.
"Untuk pohon yang berpotensi tumbang, langsung ditebang agar tidak membahayakan masyarakat. Kami juga secara rutin melakukan peremajaan pohon agar wilayah Jakarta Timur tetap hijau dan asri," ungkap Made.


