Harga pangan di Tangerang naik, cabai tembus Rp120 ribu per kilogram
Harga sejumlah komoditas pangan seperti sayuran, cabai, bawang hingga daging di pasar tradisional di Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami kenaikan signifikan jelang pelaksanaan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Harga sejumlah komoditas pangan seperti sayuran, cabai, bawang hingga daging di pasar tradisional di Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami kenaikan signifikan jelang pelaksanaan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kenaikan yang paling tinggi terjadi pada komoditi cabai rawit merah yang kini dijual mencapai Rp120.000 per kilogram.
"Harga cabai rawit merah mengalami kenaikan harga dari harga normal sekitar Rp60.000 per kilogram menjadi Rp120.000. Sementara itu, cabai rawit hijau juga," kata Pedagang di Pasar Gudang Tigaraksa Yusri (55) di Tangerang, Kamis.
Sementara itu, untuk harga ayam potong, dari harga normal Rp38.000 per kilogram naik menjadi Rp48.000 per kilogram.
Kemudian, komoditi bawang merah, dari harga normal Rp40.000 per kilogram naik menjadi Rp50.000 per kilogram. Telur, dari harga normal Rp29.000 per kilogram naik menjadi Rp31.000 per kilogram.
Yusri menyebut, lonjakan harga ini dipengaruhi kondisi stok yang menipis di tengah tingginya permintaan menjelang perayaan Imlek dan Ramadhan.
"Untuk dampak kenaikan ini berpengaruh terhadap daya beli masyarakat terhadap bahan pangan yang menurun drastis. Jadi omzet agak menurun sekitar 50 persen, karena konsumen banyak yang mengeluh. Biasanya beli sekilo, sekarang beli seperempat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudihartono mengungkapkan, kondisi ketersediaan cadangan komoditi cabai di daerahnya saat ini sangat terbatas.
Ujang menegaskan, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk menjaga kestabilan stok cadangan, sebab tren permintaan masyarakat selalu melonjak saat Ramadan.
"Kita sudah komunikasi juga dengan teman-teman petani khususnya, juga dengan produsen di luar Tangerang untuk bisa mengantisipasi jika terjadi ada lonjakan yang sangat tinggi," kata dia.

