Masjid hingga SPKLU jalur mudik, PLN pastikan listrik Jakarta andal saat Lebaran
Media Briefing Kesiapan Pasokan Listrik Idulfitri 1447 H yang digelar di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung kelancaran ibadah Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Briefing Kesiapan Pasokan Listrik Idulfitri 1447 H yang digelar di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa secara sistem kelistrikan, kondisi pasokan listrik Jakarta berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“PLN memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Jakarta dalam kondisi siap dan andal. Dengan kesiapan sistem yang baik serta dukungan personel siaga, kami berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap aman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” ujar Andy Adcha.
Ia menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jakarta memiliki daya mampu pasok sebesar 10,97 gigawatt (GW) dengan perkiraan beban puncak sekitar 5,45 GW, sehingga tersedia cadangan daya sekitar 5,43 GW atau hampir 50 persen dari kebutuhan beban. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kelistrikan Jakarta berada dalam kondisi cukup untuk mendukung aktivitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.
PLN UID Jakarta Raya menyiagakan 2.148 personel yang akan bertugas selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri, mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026. Para petugas disiagakan di berbagai lokasi strategis guna memastikan sistem kelistrikan tetap terjaga.
PLN juga mendirikan 17 posko siaga serta menyiapkan berbagai peralatan pendukung seperti 61 gardu bergerak, 58 UPS, 3 genset, 6 truk crane, 86 mobil operasional, dan 236 motor operasional untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan kelistrikan.
Kesiapsiagaan ini difokuskan pada sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, termasuk 519 masjid, enam zona transportasi, tujuh pusat pemerintahan, serta berbagai pusat keramaian lainnya di wilayah Jakarta.
Selain memastikan keandalan listrik bagi masyarakat, PLN UID Jakarta Raya juga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pengguna kendaraan listrik.
Saat ini tersedia 673 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 375 lokasi di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya.
Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna kendaraan listrik juga dapat memanfaatkan fitur Road Trip Planner untuk merencanakan perjalanan serta menemukan lokasi SPKLU terdekat. PLN juga menyediakan layanan darurat 24 jam melalui Call Center 123 dan WhatsApp PLN 087771112123 untuk memastikan perjalanan pengguna SPKLU tetap aman selama periode mudik Lebaran.
Andy Adcha menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum penting seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Idulfitri adalah momen kebersamaan yang sangat dinantikan masyarakat. PLN berkomitmen menjaga keandalan listrik agar setiap aktivitas ibadah maupun kebersamaan bersama keluarga dapat berlangsung dengan terang, aman, dan nyaman,” jelas Andy Adcha.
Matikan Aliran Listrik agar Mudik Aman
Meskipun dengan adanya aktivitas mudik, beban pemakaian daya di wilayah Jakarta Raya berkurang, namun pencegahan bencana kebakaran tetap penting dilakukan warga. Andy Adcha mengingatkan warga DKI Jakarta untuk ikut membantu mencegah kebakaran, dengan cara tidak lupa mematikan aliran listrik di rumah, khusus barang barang electronik yang dapat menimbulkan energi panas jika pemakaian yang berlangsung lama.
"Jangan lupa matikan AC, Televisi, cabut kabel yg menghubungkan ke colokan, lampu boleh dinyalakan satu atau dua, misalnya lampu teras, dan lampu belakang, Nah, untuk lemari pendingin memang riskan jika dicabut colokannya, karena akan merusak kualitas bahan makanan di dalamnya", kata Andy.
Selain itu, sebelum pergi, warga DKI Jakarta diimbau untuk juga melaporkan keberangkatannya pada ketua RT ataupun petugas penjaga lingkungan bahwa rumah yang akan ditinggal mudik telah aman, aliran listrik utama di rumah sudah dalam keadaan mati.
Vivi Trisnavia/Ter


