Penginapan khusus pemegang tiket di Terminal Pulogebang ramai peminat
Penginapan khusus pemegang tiket di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, ramai diminati para pemilir selama arus mudik maupun arus balik libur Idul Fitri 1447 H.
Penginapan khusus pemegang tiket bus di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (28/3/2026). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari).
Penginapan khusus pemegang tiket di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, ramai diminati para pemilir selama arus mudik maupun arus balik libur Idul Fitri 1447 H.
"Sejak awal arus mudik sampai saat ini, penginapan khusus pemegang tiket di sini selalu full. Bahkan, di luar liburan," kata Komandan Regu Operasional Terminal Pulogebang Daryanto saat ditemui di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur pada Sabtu.
Dia menjelaskan sebanyak 25 kamar tersedia bagi pemilir yang sudah memiliki tiket, yang terdiri dari 17 kamar laki-laki dan 8 kamar perempuan.
"Semuanya ada 25 kamar di dua gedung terpisah. Untuk suami istri juga dipisah dan anak kecil ikut dengan salah satu orang tuanya," ujar Daryanto.
Menurut dia, kamar yang dibanderol Rp15.000 per sekali datang dengan durasi maksimal 24 jam itu sangat membantu para pemilir yang hendak melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, petugas terminal sekaligus penjaga penginapan, Fachrul, mengatakan fasilitas tersebut turut dilengkapi dengan kasur dipan, kamera pengawas (CCTV), pendingin udara (AC) sentral dan kamar mandi yang berada di luar kamar.
"Untuk kamar mandi, hanya berbayar Rp5.000," ucap Daryanto.
Sebagian besar pemilir, kata dia, datang pada malam hari dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
"Biasanya, mereka yang datang dari Jawa dan Sumatera sampai di Jakarta malam, atau untuk istirahat, atau sekadar transit sambil menunggu keberangkatan," ungkap Daryanto.
Petugas lainnya, Suheri, menyebutkan terkait pembayaran kamar, masih dilakukan secara manual alias tunai.
"Mereka cukup datang dengan membawa tiket dan KTP, kemudian bayar. Untuk durasi menginapnya, tercatat di data sentral, sehingga mempermudah pemilir yang hendak mengantre untuk menginap," kata Suheri.


