Penumpang Terminal Kampung Rambutan capai 1.900 orang saat puncak libur Imlek

Jumlah penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengalami peningkatan signifikan menjelang libur Tahun Baru Imlek 2026.

Update: 2026-02-16 07:40 GMT

Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Jumlah penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengalami peningkatan signifikan menjelang libur Tahun Baru Imlek 2026.

Komandan Regu (Danru) Terminal Kampung Rambutan, Efriandi, mengatakan kenaikan penumpang pada periode libur Imlek tahun ini tergolong cukup tinggi dibandingkan hari normal.

“Puncaknya kemarin hari Jumat, 13 Februari 2026, jumlah penumpang bisa mencapai 1.900 orang,” kata Efriandi saat ditemui Repoter Elshinta, Heru Lianto, di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (14/2).

Ia menjelaskan, pada hari normal peningkatan penumpang biasanya hanya berkisar 10–15 persen. Namun menjelang libur panjang, lonjakan terlihat sejak pagi hingga sore hari.

Adapun tujuan favorit penumpang didominasi wilayah Jawa Tengah seperti Tegal, Purwokerto, dan Purworejo. Selain itu, rute ke Sumatera Barat dan Palembang juga banyak diminati. Untuk wilayah Jawa Barat, penumpang banyak menuju Tasikmalaya, Cianjur, dan Pangandaran.

“Untuk tujuan favorit Jawa Tengah seperti Tegal, Purwokerto, dan Purworejo. Untuk Sumatera, yang terfavorit masih Sumatera Barat dan Palembang,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang juga dipengaruhi momentum libur panjang yang berdekatan dengan bulan puasa.

“Mungkin karena libur panjang Imlek ini mendekati bulan puasa, jadi sekalian masyarakat pulang lebih awal ke kampung halaman,” katanya.

Elshinta Peduli

Sementara terkait ketersediaan tiket, tarif, dan armada, ia memastikan tiket masih tersedia, tidak ada kenaikan harga, serta belum ada penambahan bus.

“Untuk tiket masih aman, tidak ada kenaikan, dan belum ada bus tambahan,” katanya.

Efriandi mengimbau penumpang agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat.

“Sebelum berangkat mungkin di rumah dipastikan dulu rumahnya terkunci. Listriknya dimatikan untuk mengendalikan hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News