Jalur mudik Palembang-Jambi dan Muba-Mura, H-10 siap dilalui

Menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) mempercepat perbaikan jalan nasional yang berlubang dan rusak. Targetnya jelas, H-10 Lebaran, seluruh ruas prioritas dalam kondisi aman dan siap dilintasi pemudik.

Update: 2026-03-04 10:10 GMT

Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.

Indomie

Menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) mempercepat perbaikan jalan nasional yang berlubang dan rusak. Targetnya jelas, H-10 Lebaran, seluruh ruas prioritas dalam kondisi aman dan siap dilintasi pemudik.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatera Selatan, Alfredo Lukman, mengatakan progres penanganan sudah menyentuh 90 hingga 93 persen. Sisa pekerjaan dituntaskan dalam delapan hari ke depan.

“Secara umum, penanganan lubang di ruas-ruas utama sudah mencapai 90 sampai 93 persen. Sisa sekitar 7 persen kami tuntaskan dalam delapan hari ke depan, sehingga pada H-10 Lebaran kondisi jalan sudah zero lubang dan aman dilintasi,” ujar Alfredo, Rabu (4/3).

Perbaikan difokuskan pada jalur strategis Jalur Lintas Timur, membentang dari Palembang–Betung–Sungai Lilin–Peninggalan hingga perbatasan Jambi. Selain itu, ruas lintas tengah Betung–Sekayu–Mangun Jaya–Muara Beliti sampai batas Kabupaten Musi Rawas juga menjadi prioritas karena menjadi jalur utama distribusi logistik dan arus kendaraan antarkabupaten.

BPJN membagi penanganan dalam tiga skala prioritas. Pertama, lubang besar dan dalam yang rawan kecelakaan dan sempat viral karena menyebabkan kendaraan terbalik. Kedua, lubang berdiameter 1 hingga 3 meter. Ketiga, lubang kecil hingga sedang.

Prioritas pertama telah dibereskan dua pekan lalu. Lubang besar sudah diratakan dan dipadatkan. Kini, pekerjaan tersisa pada kategori dua dan tiga, dengan progres akhir sekitar 2–3 persen untuk lubang berukuran sedang yang terhambat faktor hujan.

Elshinta Peduli

“Memang belum seluruhnya dilapis aspal, tetapi sudah rata dan aman. Kami menggunakan agregat dan batu pecah untuk penanganan darurat agar permukaan jalan stabil dan tidak membahayakan pengguna jalan,” jelas Alfredo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara.

Data BPJN menunjukkan tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah PJN Wilayah I Sumatera Selatan pada awal 2025 hingga awal 2026 berada di angka 64 persen. Artinya, 36 persen lainnya masih dalam kondisi rusak berat.

Untuk mengatasi kerusakan tersebut, pemerintah mengontrakkan paket pekerjaan sepanjang 25 kilometer melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Proyek ini mencakup ruas Mangun Jaya–Sekayu hingga Muara Beliti.

Penanganan permanen dilakukan bertahap karena sebagian besar kerusakan terjadi pada lapis pondasi jalan. Material agregat dipadatkan lebih dulu, lalu dibuka untuk lalu lintas (open traffic) guna melihat potensi penurunan sebelum pengaspalan akhir dilakukan.

“Kalau langsung dilapis aspal tanpa perbaikan pondasi, biaya akan membengkak dan hasilnya tidak maksimal. Karena itu kami lakukan bertahap agar konstruksinya menjadi kuat,” tegasnya.

BBPJN memastikan, pada masa mudik Lebaran 2026 tidak ada lagi titik jalan nasional di Sumatera Selatan yang membahayakan pengguna jalan.

“Kami pastikan untuk Lebaran ini kondisi jalan sudah flat dan aman dilalui. Kenyamanan akan terus kami tingkatkan melalui penanganan permanen hingga akhir tahun,” tutup Alfredo. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News