Korlantas Polri siapkan 317 Ribu personel kawal Mudik Lebaran 2026
Talkshow pelepasan Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026, di Jakarta, Jumat (6/3/2026) bersama Brigjen Pol Faizal Dir Penegakan Hukum Korlantas Polri
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan ratusan ribu personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sejumlah strategi rekayasa lalu lintas hingga pemanfaatan teknologi disiapkan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Dalam Acara Pelepasan Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran (EEJML) 2026, di Jakarta, Jumat (6/3/2026), Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan, kepolisian telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, mulai dari evaluasi pelaksanaan mudik tahun sebelumnya hingga survei langsung ke jalur-jalur utama yang akan dilalui pemudik.
Menurutnya, koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan melalui rapat koordinasi terpusat maupun di tingkat daerah. Selain itu, Korlantas juga telah melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi penanganan situasi di lapangan, serta akan menggelar pasukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari kesiapan operasi pengamanan mudik.
“Tentunya kami dari kepolisian sudah melakukan beberapa kegiatan, baik kita mengevaluasi kegiatan tahun lalu, 2024-2025, kemudian kita melaksanakan survei di jalan, di jalur, kemudian lanjut dengan rakor secara terpusat dan juga secara mungkin ada di beberapa daerah,” papar Faizal.
“Dan kami kemarin sudah melaksanakan TFG (Tactical Floor Game) yang kami laksanakan di Korlantas, dan minggu depan akan kita laksanakan gelar pasukan. Ini merupakan salah satu persiapan-persiapan yang kami laksanakan secara intern, dan tentunya secara menyeluruh dengan stakeholder terkait, sudah ada rakor yang kita laksanakan secara besar-besaran,” tambahnya.
Dalam pengamanan mudik Lebaran tahun ini, Polri melibatkan sekitar 317.666 personel yang akan disebar di berbagai titik strategis, termasuk jalur utama mudik menuju wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga rute menuju luar Pulau Jawa.
Korlantas Polri juga menyiapkan sejumlah skema cara bertindak (CB) di lapangan guna mengurai kepadatan kendaraan. Beberapa rekayasa lalu lintas yang disiapkan antara lain sistem one way, contraflow, hingga pengalihan arus apabila terjadi kepadatan di ruas-ruas tertentu.
Faizal menegaskan, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut akan berbasis data dan situasi riil di lapangan. Kepolisian memanfaatkan teknologi traffic counting serta data dari berbagai pihak seperti operator jalan tol, Kementerian Perhubungan, hingga Jasa Raharja untuk memantau pergerakan kendaraan secara akurat.
Berdasarkan hasil analisis dan prediksi pergerakan masyarakat, arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada tanggal 14–15 Maret, sementara gelombang kedua pada 18–19 Maret, atau menjelang Hari Raya.
Sementara itu, arus balik juga diperkirakan terjadi dalam dua fase, yakni tanggal 24–25 Maret serta 28–29 Maret. Pada periode tersebut, kepolisian bersama seluruh pemangku kepentingan akan meningkatkan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di jalur-jalur utama.
Faizal menegaskan, seluruh langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kembali ke tempat asal.
“Semua persiapan ini kami lakukan sebaik mungkin bersama stakeholder terkait agar perjalanan mudik masyarakat berjalan lancar,” kata Faizal.
Sukma Salsabilla/Ter


