Mendagri Tito sebut pembersihan lumpur kunci pemulihan bencana Sumatera
Mendagri Tito Karnavian, di Jakarta, Rabu (11/2/2026)
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembersihan lumpur menjadi kunci utama pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tito juga menjelaskan bahwa sebagian besar kawasan terdampak di wilayah dataran rendah tertutup endapan lumpur tebal akibat banjir bandang. Material tersebut bukan hanya merusak permukiman, tetapi juga menutup jalan, pasar, dan fasilitas publik, sehingga pembersihannya menjadi prioritas utama rehabilitasi.
“Di daerah lowland… itu umumnya adalah banjir bandang, karena adanya tadi debit air yang sangat banyak, berikut material-materialnya… yang bertumpuk dan kemudian lumpurnya juga selain merusak jembatan, jalan, juga kota, pemukiman, kampung, dan lain-lain,” ujar Mendagri.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), dari total 303 lokasi sasaran di tiga provinsi, sebanyak 189 lokasi telah dinyatakan tuntas dibersihkan. Di Aceh, 156 dari 263 lokasi sudah selesai, sementara Sumatera Barat (Sumbar) mencatat seluruh 29 lokasi telah bersih dari lumpur. Di Sumatera Utara, pembersihan masih berlangsung di sebagian titik.
\Seiring progres pembersihan tersebut, jumlah pengungsi terus menurun, mencerminkan semakin banyak warga yang dapat kembali ke rumah dan memulai kembali aktivitas sehari-hari. “Dari yang pertama kali pada saat bencana…[sebanyak 2.178.269 per 2 Desember 2025], sekarang sudah 74.369, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing,” tambahTito.
Pembersihan lumpur ini sekaligus membuka kembali jalur distribusi bantuan, mengaktifkan pasar dan warung, serta memungkinkan layanan kesehatan dan pendidikan berjalan lebih normal. Dengan fondasi itu, fase rehabilitasi di tiga provinsi terdampak kini bergerak lebih cepat menuju pemulihan yang berkelanjutan.
Sri Lestari/Ter

