Mudik Lebaran 2026, kesiapan infrastruktur Pemprov Jateng capai 93 persen

Update: 2026-03-08 13:55 GMT

Tim Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (7/3/2026)

Indomie

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 telah mencapai sekitar 93 persen. Kesiapan tersebut mencakup infrastruktur jalan, koordinasi lintas daerah, hingga kesiapan jalur strategis yang menjadi lintasan utama pemudik di Pulau Jawa.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat ditemui Tim Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (7/3/2026).

Dalam keterangannya, Ahmad Luthfi mengatakan arus mudik dan arus balik merupakan kegiatan yang sudah menjadi rutinitas masyarakat setiap tahun, sehingga Pemprov telah terbiasa melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat.

“Eh, kita sudah siap ya, karena arus mudik dan balik ini bukan hal yang luar biasa, tapi ini kegiatan rutinitas bagi masyarakat, terutama masyarakat khususnya di Pulau Jawa yang nanti akan melakukan mudik,” ujar Luthfi.

Menurutnya, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam mempersiapkan arus mudik tahun ini. Bahkan jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah diprediksi akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Karena ini merupakan rutinitas, ya sudah terbiasa kita melakukan. Contoh misalnya, 2025 kemarin pemudik yang masuk Provinsi Jawa Tengah hampir mendekati angka 13 juta,” ujarnya

Elshinta Peduli

Tahun ini, jumlah pemudik yang melintasi atau menuju Jawa Tengah diperkirakan mengalami kenaikan cukup signifikan. Pemerintah daerah pun telah melakukan berbagai pengecekan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.

“Untuk tahun ini diprediksi bisa mencapai 17,3 juta, mengalami kenaikan. Sehingga secara tidak langsung kita sudah melakukan check, recheck, final check terkait dengan kesiapan yang kita lakukan,” ucapnya

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa salah satu fokus utama dalam menghadapi arus mudik adalah kesiapan infrastruktur, mengingat Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah di Pulau Jawa.

“Yang pertama, karena ini adalah mudik, maka yang kita perlukan adalah bagaimana infrastruktur kita disiapkan,” ujarnya

Menurutnya, letak geografis Jawa Tengah yang berada di tengah Pulau Jawa membuat provinsi ini menjadi jalur utama bagi pemudik dari berbagai daerah.

“Infrastruktur Provinsi Jawa Tengah ini menjadi menarik, artinya mudik di Jawa Tengah ini menjadi yang yang seksi, yang menarik bagi masyarakat kita karena letak geografis kita di tengah,” tegasnya.

Dengan posisi tersebut, pergerakan orang dan barang selama masa mudik dipastikan akan melintasi berbagai jalur di Jawa Tengah, mulai dari jalur Pantura hingga jalur selatan.

“Baik itu yang dari Jawa Timur bisa lewat Jawa Tengah, dari Jakarta lewat Jawa Tengah, dari Bandung atau Jawa Barat lewat Jawa Tengah,” kata Gubernur Jateng.

Selain jalur nasional dan tol, pemerintah juga memperhatikan konektivitas antarwilayah di tingkat kabupaten dan kota agar mobilitas masyarakat selama mudik dapat berjalan lancar.

“Sehingga secara tidak langsung, ini akan menjadi hal yang sangat luar biasa, bergeraknya orang dan barang dari mulai jalan Pantura, kemudian jalan tol, kemudian jalan jalur tengah, kemudian jalur selatan, kemudian jalur selatan-selatan,” tambahnya.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah infrastruktur baru yang akan membantu memperlancar arus kendaraan selama masa mudik Lebaran tahun ini. “Termasuk fungsional jalan tol Bawen sampai dengan Jogja serta Solo-Jogja,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga memastikan kondisi jalan provinsi dalam keadaan baik untuk dilalui para pemudik. “Maka provinsi sudah menyiapkan jalan-jalan provinsi yang hari ini sudah mendekati mantap. Artinya, mantap provinsi sudah mendekati 93% mantap untuk dilalui,” ucapnya.

Tak hanya jalan provinsi, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kabupaten dan kota demi memastikan kesiapan jalan daerah yang menjadi penghubung antarwilayah. “Kemudian untuk jalan kabupaten/kota sudah saya koordinasi dengan seluruh para bupati/wali kota, aglomerasi jalan kabupaten/kota harus betul-betul kita selesaikan,” tambah Luthfi.

Beberapa kawasan aglomerasi juga menjadi perhatian khusus dalam menghadapi arus mudik, karena menjadi pusat pergerakan masyarakat di tingkat regional. “Artinya aglomerasinya apa, Solo Raya, Pekalongan Raya, kemudian Banyumas Raya, kemudian Kedu Raya,” tegasnya.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi para pemudik yang melintas maupun yang menuju berbagai daerah di provinsi tersebut.

Arie Dwi Prasetyo/Awaluddin Marifatullah/Ter

Elshinta Peduli

Similar News