Program lanjutan Tim Ekspedisi Patriot, perguruan tinggi mitra siap perkuat

Update: 2026-02-27 10:00 GMT
Indomie

Kementerian Transmigrasi memastikan program Transmigrasi Patriot merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam rapat koordinasi bersama perguruan tinggi mitra, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Kelanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot sebagai langkah strategis sebagai bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi secara terarah dan berkelanjutan.

“Kita akan membahas output dari ekspedisi yang telah menghasilkan sekitar 400 output. Harapannya, output tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi aksi nyata, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi konkret di lapangan,” tambahnya.

Mentrans menjelaskan, hasil ekspedisi menjadi dasar untuk menentukan kelayakan suatu kawasan transmigrasi, termasuk langkah revitalisasi maupun transformasi kawasan berbasis industrialisasi. Kawasan yang memiliki potensi ekonomi skala industri akan diarahkan menjadi pusat pengembangan komoditas unggulan dengan nilai ekspor.

Saat ini, Kementerian Transmigrasi mengelola sekitar 3,1 juta hektare Hak Pengelolaan Lahan (HPL), dengan sekitar 500.000 hektare masih tersedia dan memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola secara optimal.

Elshinta Peduli

“Kawasan transmigrasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi,” katanya.

Ekspedisi Patriot Dilanjutkan di 154 Kawasan Prioritas

Pada tahun 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan kembali dilaksanakan di 154 kawasan transmigrasi dengan fokus pada percepatan pembangunan ekosistem ekonomi kawasan, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan sarana ekonomi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menekankan penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa, akademisi, dan tenaga ahli.

“Kehadiran mahasiswa, akademisi, dan tenaga ahli di kawasan transmigrasi diharapkan dapat memperkuat pembangunan kesadaran masyarakat serta mempercepat pengembangan kawasan,” ujar Menteri Iftitah.

Sejumlah perguruan tinggi mitra menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat Program Ekspedisi Patriot pada tahun 2026.

Direktur Eksekutif Multikampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Sri Maryati, menyampaikan bahwa program tahun 2026 merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus pada tindak lanjut hasil yang telah diperoleh.

“Program yang direncanakan sejalan dengan kegiatan tahun 2025. Hasil kegiatan tahun 2025 perlu ditindaklanjuti, terutama yang memiliki dampak besar. Data yang telah dikumpulkan merupakan temuan penting yang dapat memperkaya basis data Kementerian Transmigrasi, namun perlu dilakukan standarisasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Inu Isnaeni Sidiq menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

“Program ekspedisi tahun 2026 diharapkan menjadi kelanjutan langsung dari hasil tahun 2025. Universitas siap berkontribusi dalam aksi nyata, program pengembangan kawasan, serta kajian investasi kawasan transmigrasi,” katanya.

Sementara itu, Universitas Airlangga (UNAIR) yang baru bergabung pada tahun 2026 menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kajian maupun memulai penelitian di lokasi baru.

“Karena UNAIR baru bergabung dalam program Tim Ekspedisi Patriot tahun 2026 ini, kami akan melakukan kajian terlebih dahulu terhadap hasil output sebelumnya. Jika mendapatkan lokasi baru, kami akan melakukan kajian mendalam, dan jika memperoleh lokasi yang telah memiliki output, kami akan melanjutkan program penelitiannya,” ujar Ketua AHPC/ Airlangga Health Promotion Center Sri Widiati.

Melalui kelanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot, Kementerian Transmigrasi menargetkan percepatan transformasi kawasan transmigrasi menjadi kawasan yang produktif, berdaya saing, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat perencanaan berbasis data, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kawasan transmigrasi secara optimal.

Awaluddin Ma’rifatullah/Ter

Elshinta Peduli

Similar News