22 pelajar di Jawa Tengah terpapar faham radikal dan teror

Update: 2026-02-11 08:30 GMT

Foto: Joko Hendrianto/Radio Elshinta

Elshinta Peduli

Detasemen Khusus 88 Markas Besar Polri saat ini sedang membina 22 remaja Jawa Tengah yang terpapar faham radikalisme dan terorisme kata Komisaris Polisi Lukito Gofar, Kepala Unit Identifikasi Sosial Satuan Tugas Wilayah Jateng.

Gofar memberikan edukasi kepada sekitar 150 pelajar di Aula SMAN 6 Semarang, Selasa dalam acara Meet and Greet Densus yang merupakan sosialisasi bahaya intolernsi, radikalisme, dan terorisme kepada para pelajar.

Para pelajar yang sedang dibina Densus itu tersebar di Pekalongan, Pemalang, Tegal, Banyumas, Semarang, Magelang, Jepara, dan Kudus. Mereka terpengaruh oleh paparan radikalisme itu lewat sosial media. Pengaruh yang kuat adalah dari Daulah Islamiyah ISIS, dan grup kekerasan lainnya.

"Dalam pembinaan terhadap para remaja itu Densus bekerjsama dengan orangtua para pelajar. Kini dengan keterlibatan Dinas Pendidikan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadikan pencegahan paparan terorisme dan radikalisme itu menjadi lebih baik," kata Gofar, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ia menjelaskan, Densus tidak ingin kejadian aksi kekerasan seperti kasus peledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada Desember tahun lalu maupun bom molotov oleh pelajar SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat terjadi lagi.

Sementara itu Agung Hikmasi, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Jateng menjelaskan, "Setelah terjadinya kasus peledakan bom di SMAN 72 Jakarta, kami bergerak cepat bersama Densus 88 untuk menggencarkan sosialisasi bahaya radikalisme kepada para pelajar."

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jateng, Kusno menyadari bahaya bahaya radikalisme dan terorisme. Sosialisasi ini diawali di SMAN 6 Semarang. Setelah itu menyusul SMA di enam kabupaten kota.

"Target sasaran adalah seluruh seklolah di Jateng. Tujuan utama adaah antisipasi radikalisme dan terorisme," tuturnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News