Bangun sekolah berasrama, Prabowo target putus kemiskinan struktural

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai upaya strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Update: 2026-01-23 07:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com 

Elshinta Peduli

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai upaya strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Presiden dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat.

Menurut Prabowo, kemiskinan kerap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memberikan akses pendidikan yang setara guna memberikan masa depan yang lebih baik.

"Kami telah membangun 160 sekolah berasrama untuk anak-anak termiskin dan akan mencapai 500. Tujuan kami memutus rantai kemiskinan. Biasanya, anak petani miskin akan tetap menjadi petani miskin. Anak pemulung akan menjadi pemulung. Saya bertekad memutus lingkaran kemiskinan itu," ujar Prabowo.

Melalui program sekolah berasrama, kata Presiden, pemerintah Indonesia ingin memastikan anak-anak dari kelompok paling rentan dapat memperoleh pendidikan berkualitas, lingkungan belajar yang layak, serta kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan.

Kepala Negara juga menyampaikan rencana renovasi 60 ribu sekolah serta pembangunan 1.000 sekolah terpadu modern sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Langkah ini diyakini akan memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat mobilitas sosial masyarakat.

Selain itu, kebijakan pendidikan tersebut sejalan dengan program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi rakyat.

Presiden mengatakan saat ini kemiskinan ekstrem di Indonesia telah berada pada titik terendah sepanjang sejarah, dan pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.

Elshinta Peduli

"Tugas seorang pemimpin, kata seorang guru saya, sangat sederhana: membuat kaum miskin dan lemah bisa tersenyum. Itulah misi hidup saya," kata Presiden.

Presiden menegaskan bahwa seluruh kebijakan sosial pemerintah diarahkan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan berkelanjutan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis tahunan untuk menekan biaya kesehatan jangka panjang.

Dengan demikian, Indonesia akan mampu membangun masa depan yang lebih adil, inklusif, dan bebas dari kemiskinan struktural.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News