Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW lahirkan karya berdampak bagi ketahanan pangan
Di tengah hamparan tanaman dan berbagai instalasi budidaya, beragam inovasi pertanian kembali dipamerkan dalam ajang Urban Farming Expo bertajuk “Harmonisasi Smart Urban Farming dalam Ekosistem Pertanian Perkotaan” oleh Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah.
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.
Di tengah hamparan tanaman dan berbagai instalasi budidaya, beragam inovasi pertanian kembali dipamerkan dalam ajang Urban Farming Expo bertajuk “Harmonisasi Smart Urban Farming dalam Ekosistem Pertanian Perkotaan” oleh Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Kebun Kartini FPB ini adalah bagian dari diseminasi tugas akhir mata kuliah Pertanian Perkotaan Program Studi (Prodi) Agroteknologi, Jumat (13/3/2026).
Saat memasuki kebun, pengunjung langsung disuguhkan dengan deretan karya inovatif berbasis teknologi hasil kolaborasi mahasiswa FPB, Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK), dan Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Pameran ini menjadi panggung bagi delapan kelompok mahasiswa untuk menampilkan gagasan kreatif dalam bentuk instalasi dan model budidaya tanaman modern serta menghadirkan gambaran nyata kolaborasi lintas ilmu dalam bingkai smart urban farming.
Setiap kelompok memamerkan karya pertanian perkotaan yang bisa diterapkan di skala rumah tangga atau lingkungan perkotaan. Konsep karya tersebut meliputi vertical garden, raised bed, sistem hidroponik berbasis sensor, mini greenhouse, aquaponik berbasis Internet of Things (IoT) hingga vertikultur. Pada kesempatan yang sama, setiap kelompok juga mempresentasikan hasil karya kepada para pengunjung.
Delapan prototipe yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan kepiawaian mahasiswa dalam membuat sebuah karya berdampak untuk mendukung keberlanjutan pertanian dan berkontribusi dalam mengatasi permasalahan nasional yaitu ketahanan pangan.
Inovasi mini greenhouse karya Adhitya Julianto dan Nofa Safitri mahasiswa FPB, Peter Dharma Saputro dan Yovie Aprindo Tumon mahasiswa FTI, serta Jonathan FTEK berhasil mencuri perhatian para pengunjung. Proyek ini menggunakan metode hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) di mana tanaman ditanam tanpa tanah dan akar langsung menyerap larutan nutrisi yang mengalir kontinu melalui pipa. Media tanam yang digunakan dalam metode ini berupa hidroton dan kain flanel dalam netpot.
Adhitya Julianto menyampaikan, mini greenhouse ini memanfaatkan sistem hidroponik dan teknologi seperti ESP32, sensor DHT22, serta penyiraman otomatis untuk membantu menjaga kondisi lingkungan tanaman secara lebih terkontrol.
“Sistem ini memonitoring suhu dan kelembapan serta penyiraman terjadwal sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien. Selain itu, sistem ini juga berpotensi dikembangkan menjadi teknologi IoT untuk mendukung pertanian perkotaan,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (16/3).


