Gus Ipul tekankan pentingnya pemutakhiran DTSEN dan Sekolah Rakyat

Update: 2026-03-05 15:22 GMT

Mensos beraudiensi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua PCNU Pasuruan Imron Mutamakkin di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (5/3/2026) 

Indomie

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua PCNU Pasuruan Imron Mutamakkin di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan tiga program prioritas Presiden, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat, serta bantuan sosial.

Dalam pertemuan itu, Gus Ipul memaparkan pentingnya tiga program tersebut untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di masyarakat, terutama terkait akurasi data penerima manfaat.

“Banyak orang yang sebenarnya sedang kesakitan, tetapi kita tidak tahu karena tidak masuk dalam data. Ada murid pesantren yang kesulitan membayar kebutuhan operasional, ada juga anak yang belum pernah sekolah,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, persoalan utama dalam penanganan kemiskinan selama ini terletak pada data yang belum akurat dan mutakhir. Tanpa data yang tepat, pemerintah akan kesulitan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Bagaimana pemerintah mau menjangkau kalau datanya tidak ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah kini telah memiliki sistem data tunggal atau DTSEN sebagai rujukan berbagai program bantuan. Namun, data tersebut perlu diperbarui secara berkala karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis.

“Problem kita selama ini adalah data tidak masuk atau tidak diperbarui. Dulu ada ego sektoral, setiap daerah punya data sendiri-sendiri. Sekarang kita menuju data tunggal, tetapi tetap harus dimutakhirkan,” jelasnya.

Elshinta Peduli

Gus Ipul menambahkan, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam proses pemutakhiran data melalui jalur formal maupun nonformal, termasuk melalui sistem SIKS NG dan aplikasi Cek Bansos.

Selain pemutakhiran data, pertemuan tersebut turut membahas pengembangan Sekolah Rakyat sebagai strategi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ia mencontohkan kisah seorang anak bernama Naila yang berasal dari keluarga Desil 1. Setelah mengikuti program Sekolah Rakyat selama tujuh bulan, kondisi keluarganya mulai membaik.

“Rumahnya diperbaiki, orang tuanya diberdayakan. Anak ini bisa sekolah dengan baik dan keluarganya perlahan naik kelas,” ujarnya.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial. Ia menyebut bansos harus mendorong kemandirian penerima manfaat, bukan sekadar bantuan sementara.

“Kita ingin bansos ini tepat sasaran dan bisa memotivasi penerima manfaat untuk bangkit. Karena bansos sifatnya sementara,” katanya.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyatakan dukungannya terhadap tiga program prioritas tersebut. Pemerintah Kabupaten Pasuruan, lanjutnya, kini memperkuat pemutakhiran data sosial agar program pemerintah tepat sasaran.

“Untuk menyinkronkan data, kita sudah membangun command center sehingga kita tahu siapa yang memang berhak menerima bantuan dan siapa yang tidak atau tidak tepat sasaran,” ujar Rusdi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan perwakilan organisasi terkait.

Rizki Rian Saputra/Ter

Elshinta Peduli

Similar News