Lestari: Pembelajaran daring untuk hemat BBM harus dipersiapkan matang
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan opsi metode pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) harus dipersiapkan secara matang.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan opsi metode pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) harus dipersiapkan secara matang.
Lestari, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Selasa menjelaskan persiapan matang itu diperlukan agar proses belajar dan mengajar tetap membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.
"Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya dalam penerapan kebijakan pembelajaran secara daring itu," ucap dia.
Selain itu, Lestari menekankan rencana penghematan BBM dengan mengubah metode belajar tersebut harus benar-benar dipahami oleh pelaksana di lapangan.
Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi COVID-19 harus menjadi pelajaran. Ketika itu, kata dia, sejumlah kendala mengemuka, seperti guru tidak siap, orang tua terbebani dengan metode daring, dan akhirnya kualitas belajar murid menurun.
"Jangan sampai kesalahan yang sama berulang sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang,” ucap Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI yang membidangi urusan pendidikan itu.
Selain kesiapan sumber daya manusia, dia mengatakan kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan.
Dalam hal ini, dia menyoroti langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2025 yang telah menyalurkan papan interaktif digital, laptop, dan diska keras eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan.
Menurut dia, para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut.
Di samping itu, pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat diharapkan dapat membangun kolaborasi yang kuat untuk memastikan pelaksanaan PJJ dapat berjalan dengan baik.
"Keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan," demikian Lestari.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada pekan lalu menyatakan pemerintah tengah menyusun strategi penghematan energi di sektor publik sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penyesuaian metode pembelajaran daring dan luar jaringan (luring) sesuai karakteristik mata pelajaran menjadi salah satu strategi utama penghematan energi lintas instansi yang disepakati pemerintah.
Pratikno, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/3), menjelaskan untuk menjaga kualitas pendidikan, kegiatan pembelajaran yang bersifat pratikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka.


