Mensos dorong percepatan Sekolah Rakyat permanen di Sigi dan Lombok Tengah

Update: 2026-03-13 03:40 GMT
Indomie

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Lombok Tengah. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Dalam audiensi tersebut, Bupati Sigi memaparkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang tengah diproses dari sekolah rintisan SRMP 22 Sigi. Sementara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan kesiapan untuk segera memasuki tahap pembangunan permanen meski sebelumnya belum memiliki sekolah rintisan.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai program yang tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga penerima manfaat.

“Ini bukan sekolah biasa. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, orang tuanya didorong masuk Kopdes Merah Putih, orang tuanya rumahnya dibangun supaya layak huni. Itu semua bansos lengkap,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, tujuan utama program tersebut bukan sekadar meluluskan siswa, melainkan memastikan keluarga peserta didik dapat keluar dari kemiskinan.

“Kita tidak boleh cuma ngurus anaknya. Ini bedanya Sekolah Rakyat. Keluarganya juga harus naik. Jadi kalau lulus, tidak boleh miskin lagi,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat dirancang dengan target yang terukur, di mana setiap tahun diharapkan ada keluarga penerima manfaat yang benar-benar mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

“Setiap tahun harus ada keluarga yang check out. Memang harus benar-benar jadi keluarga mandiri,” tegasnya.

Elshinta Peduli

Dalam pembahasan teknis, Pemerintah Kabupaten Sigi menyampaikan bahwa pembangunan sekolah permanen masih dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Sementara itu, perwakilan Lombok Tengah melaporkan perkembangan administratif dan kesiapan lahan.

Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menjelaskan bahwa secara administratif Lombok Tengah telah masuk tahap yang dapat segera dieksekusi, dengan beberapa catatan teknis yang perlu dirampungkan di tingkat daerah.

Gus Ipul juga meminta Lombok Tengah untuk segera memulai persiapan apabila harus melalui tahapan sekolah rintisan.

“Kalau rintisan, ya mulai sekarang harus proses dimulai. Harus ada rekrutmen kepala sekolah, guru. Harus ada tempat tidur, ada toilet, ada kelas, ada perpustakaan, ada dapurnya,” ujar Gus Ipul.

Ia mengingatkan bahwa program Sekolah Rakyat membutuhkan komando kuat dari kepala daerah karena banyak aspek teknis yang harus dipastikan sejak awal, mulai dari status lahan, amdal, jaringan listrik, air, hingga kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

Melalui audiensi ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama pemerintah daerah memperkuat koordinasi agar pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sigi dan Lombok Tengah dapat segera direalisasikan.

Rizki Rian Saputra/Ter

Elshinta Peduli

Similar News